Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Kanada akan Beri Penghormatan Kepada Korban Covid-19

Rabu 10 Mar 2021 03:32 WIB

Rep: rizky jaramaya/ Red: Hiru Muhammad

Organisasi nonprofit The Canadian Snowbirds terbang mengelilingi CN Tower di Toronto, Kanada, sebagai penghormatan pada warga Kanada yang terlibat dalam pencegahan penyebaran Covid-19, Ahad (10/5).

Organisasi nonprofit The Canadian Snowbirds terbang mengelilingi CN Tower di Toronto, Kanada, sebagai penghormatan pada warga Kanada yang terlibat dalam pencegahan penyebaran Covid-19, Ahad (10/5).

Foto: Nathan Denette/The Canadian Press via AP
Kasus virus Corona yang dikonfirmasi di Kanada 886.574, dengan 22.239 kematian

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA--Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan, Kanada akan memberikan penghormatan kepada lebih dari 22 ribu orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 dan para penyintas. Pemerintah mendeklarasikan "Hari Peringatan Nasional" pada 11 Maret dan mengajak seluruh warga untuk menghormati para korban Covid-19 dan semua pihak yang telah bekerja keras melawan pandemi virus Corona.

"Kami mengundang warga Kanada untuk bergabung bersama dan menghormati mereka yang telah pergi serta orang yang mereka tinggalkan," kata Trudeau. 

"Kami juga akan memberi penghormatan kepada semua orang yang terus bekerja keras dan membuat pengorbanan luar biasa dalam perjuangan kita melawan virus," ujar Trudeau menambahkan.

Secara keseluruhan, kasus virus Corona yang dikonfirmasi di Kanada mencapai 886.574, dengan 22.239 kematian. Kanada berhasil mengendalikan gelombang kedua pandemi virus Corona. Sebagian besar provinsi di Kanada telah melonggarkan pembatasan, ketika para ahli memperingatkan datangnya gelombang ketiga dan munculnya varian baru virus Corona.

Kampanye vaksinasi Covid-19 di Kanada cenderung terlambat ketimbang negara maju lainnya. Kanada berharap 36,5 juta dosis vaksin yang disetujui dapat dikirimkan pada akhir Juni. Trudeau mengatakan, setiap warga Kanada yang memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin akan menerima suntikan pada akhir September. 

sumber : reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA