Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Para Ahli Mulai Perdebatkan Penyebab Kematian Maradona

Selasa 09 Mar 2021 12:48 WIB

Red: Endro Yuwanto

 Diego Maradona semasa masih hidup.

Diego Maradona semasa masih hidup.

Foto: Emilio Andreoli/LaPresse via A
Ini untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian pada perawatan kesehatan Maradona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 20 ahli memulai perdebatan tentang penyebab kematian ikon sepak bola Argentina Diego Maradona untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian pada perawatan kesehatan. Maradona, yang berusia 60 tahun, meninggal karena serangan jantung pada 25 November 2020, beberapa pekan setelah menjalani operasi otak karena pembekuan darah.

Penyelidik sedang melakukan investigasi perawatan kesehatan yang diterima Maradona sebelum kematiannya untuk menentukan apakah akan memperkarakan kasus karena kelalaian yang berujung kematian. Jika terbukti, maka akan ada ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun bagi tenaga medis.

Panel ahli, yang terdiri dari 10 spesialis dan 10 lainnya dipilih oleh pihak yang berkepentingan, akan menyampaikan temuan dalam dua atau tiga pekan mendatang, dikutip dari AFP, Selasa (9/3). Panel tersebut dibentuk oleh jaksa penuntut umum Argentina.

Ahli bedah saraf Maradona Leopoldo Luque, psikiater Agustina Cosachov, dan psikolog Carlos Diaz sedang diselidiki, juga dua perawat, yaitu koordinator perawat dan koordinator medis. Dua putri Maradona, Gianinna (31 tahun) dan Jana (24), menuduh Luque bertanggung jawab atas kesehatan Maradona yang memburuk.

Maradona menjalani operasi pada 3 November 2020, hanya empat hari setelah dia merayakan ulang tahun ke-60 di klub yang dia bina, Gimnasia y Esgrima. Namun, dia tampak dalam kondisi kesehatan yang buruk dan kesulitan berbicara.

Maradona memerangi kecanduan kokain dan alkohol selama hidupnya. Dia menderita gangguan hati, ginjal, dan kardiovaskular saat meninggal.

"Terakhir kali Gianinna mengunjungi Maradona, dia melihat Maradona sangat bengkak. Dalam beberapa minggu sebelum kematiannya, Maradona menunjukkan kemunduran fisik dan kognitif," kata Rodolfo Baque, pengacara untuk salah satu dari dua perawat yang sedang diselidiki.

Maradona adalah idola bagi jutaan orang Argentina setelah dia menginspirasi negara Amerika Selatan itu untuk meraih kemenangan keduanya di Piala Dunia pada 1986. Gelandang serang yang menghabiskan dua tahun bersama klub raksasa Spanyol, Barcelona, itu juga dicintai di klub Italia, Napoli. Ia membantu Napoli memenangkan satu-satunya gelar Serie A Italia dalam sejarah klub.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA