Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Banjir Hilang, Hama Mulai Serang Padi

Selasa 09 Mar 2021 11:25 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Friska Yolandha

Pascabanjir, areal persawahan di Kabupaten Indramayu dan Cirebon kini  menghadapi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Serangan tersebut berpotensi menggangu produksi padi jika tidak segera diatasi.

Foto:
Tanaman padi yang diserang tikus rata-rata umur 60 hari-70 hari

Nurdin memperkirakan, serangan tikus salah satunya disebabkan tanam yang tidak serentak. Hal itu terutama akibat banjir yang memaksa petani di sejumlah daerah harus tanam ulang.

Selain di Kecamatan Gabuswetan, tikus juga mulai menyerang tanaman padi di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Kecamatan Kandanghaur merupakan salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir pada pekan kedua Februari 2021.

Ketua KTNA Kecamatan Kandanghaur, Waryono, menyebutkan, areal persawahan yang terendam banjir dan harus tanam ulang di wilayahnya ada sekitar 2.030 hektare. Selain itu, adapula sekitar 2.000 hektare lainnya yang terselamatkan dari dampak banjir.

"Tanaman yang selamat inilah yang menjadi sasaran serangan tikus," terang Waryono.

Waryono mengatakan, ada sekitar enam hektare tanaman padi yang mulai diserang tikus. Tanaman tersebut sedang mulai berbulir.

 

Waryono menilai, tikus-tikus yang menyerang lahan pertanian itu berasal dari tikus yang mendiami pemukiman dan bukan tikus sawah. Namun, karena pemukiman yang menjadi tempat tinggalnya kebanjiran, maka tikus-tikus itu bermigrasi untuk mencari makan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA