Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Demokrat Bengkulu Tuding KLB Moeldoko Ingin Hancurkan Partai

Selasa 09 Mar 2021 10:46 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama pengurus yang sah menyerahkan bukti ke Dirjen Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM Cahyo Rahadian Muzhar di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Kuningan Jakarta, Senin (8/3).

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama pengurus yang sah menyerahkan bukti ke Dirjen Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM Cahyo Rahadian Muzhar di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Kuningan Jakarta, Senin (8/3).

Foto: Prayogi/Republika.
KLB kramak-kremuk tidak berani kegiatan di kota besar dan memilih di Deli Serdang.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Bengkulu, Elvin Yanuar Syahri menyerukan seluruh anggotanya tetap bekerja seperti biasa dan tidak terpengaruh isu kepemimpinan usai kongres luar biasa (KLB) di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut), Jumat (5/3). Di KLB abal-abal tersebut, Moeldoko ditunjuk sebagai ketua umum Demokrat.

Elvin menegaskan, Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Bengkulu tetap mematuhi keputusan dan kebijakan yang dikeluarkan DPP Partai Demokrat kepemimpinan ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Seluruh anggota fraksi bekerja saja seperti biasa. Perjuangkan aspirasi rakyat dan tidak usah terpengaruh isu-isu dualisme. Kita tetap setia pada Ketum AHY," kata Elvin di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Selasa (9/3).

Anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu itu menuding, pelaksanaan KLB di Sumut melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), dan sengaja dirancang sekelompok orang di luar partai yang menginginkan Demokrat hancur mejelang pelaksaan Pemilu dan Pilpres 2024. Untuk itu dia meminta anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Bengkulu bersatu.

Dia mengajak rekannya jika ada pihak yang ingin membentuk kepengurusan di tingkat daerah berdasarkan hasil KLB, harus ditolak. "KLB ini kramak-kremuk, buktinya mereka tidak berani melakukan kegiatan itu di kota besar dan memilih di Deli Serdang yang bukan pula ibu kota provinsi. Selama ini tidak pernah kegiatan DPP itu di kabupaten," ujar Elvin.

Baca juga : Marzuki Alie Gugat AHY ke PN Jakarta Pusat

Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Bengkulu, Chairil Guswendy mengatakan, saat ini, ada 31 kader Partai Demokrat yang duduk menjadi anggota DPRD di Bengkulu. Mereka, di antaranya lima anggota di DPRD Provinsi Bengkulu dan 26 orang di DPRD kabupaten/kota di Bengkulu.

Chairil juga meminta seluruh kader yang duduk menjadi anggota DPRD tetap bekerja memperjuangkan aspirasi rakyat. "Kami memastikan tidak akan ada dualisme kepengurusan tingkat daerah di Bengkulu dan jika pun ada yang berupaya maka seluruh kader akan bergerak menghadang itu," ucap Chairil.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA