Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Kecepatan Berjalan Kaki Berkaitan dengan Risiko Kematian?

Selasa 09 Mar 2021 05:12 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Kecepatan berjalan kaki berkaitan dengan risiko kematian pada penyintas kanker.

Kecepatan berjalan kaki berkaitan dengan risiko kematian pada penyintas kanker.

Foto: www.freepik.com.
Kecepatan berjalan kaki berkaitan dengan risiko kematian pada penyintas kanker.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kecepatan berjalan kaki tampak berkaitan dengan risiko kematian pada penyintas kanker. Penyintas kanker yang berjalan kaki lambat memiliki risiko kematian yang lebih besar.

Hal ini diungkapkan dalam studi terbaru pada jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention. Studi ini melibatkan lebih dari 233.000 partisipan berusia 50-71 tahun.

Selama studi, para partisipan diminta untuk mengisi kuesinoer terperinci. Setelah melalui analisis, tim peneliti mendapati bahwa partisipan dengan kecepatan berjalan kaki paling lambat memiliki peningkatan risiko kematian akibat berbagai kasus hingga lebih dari dua kali lipat dibandingkan partisipan yang berjalan paling cepat.

Baca Juga

"(Bila dibandingkan dengan non penyintas kanker) penyintas kanker yang berjalan paling lambat memiliki peningkatan risiko kematian lebih dari 10 kali lipat dibandingkan orang-orang tanpa diagnosis kanker yang berjalan dengan laju paling cepat," pungkas peneliti, seperti dilansir EatThis, Senin (8/3).

Sebelumnya, studi pada 2019 juga menunjukkan adanya kaitan antara kecepatan berjalan kaki dengan risiko kematian terkait kanker. Dalam studi ini, para partisipan yang merupakan pasien limfoma Non-Hodgkin diminta untuk berjalan kaki sejauh empat meter. Seperti dipaparkan dalam jurnal Blood, studi ini mengungkapkan bahwa setiap penurunan kecepatan sebanyak sepersepuluh meter saat berjalan kaki berkaitan dengan peningkatan risiko kematian sebesar 22 persen.

Tak hanya itu, peneliti gabungan dari Washington University School of Medicine di St Louis, University of North Carolina, dan George Washington University juga menemukan bahwa penyintas kanker dengan disabilitas, termasuk yang tak bisa berjalan, juga memiliki risiko lebih besar terhadap kematian dini.

Di sisi lain, berjalan kaki diketahui sebagai salah satu olahraga yang dapat memberi manfaat bagi kesehatan tubuh, otak, dan juga harapan hidup bila dilakukan setiap hari. Berikut ini adalah empat manfaat lain dari kebiasaan berjalan kaki.

 

Meningkatkan Kreativitas

Studi terbaru dalam jurnal Scientific Reports menunjukkan bahwa berjalan kaki setiap hari dapat meningkatkan kreativitas. Selain berjalan kaki, olahraga berintensitas sedang lain juga dapat memberikan manfaat yang serupa. Semakin seseorang aktif bergerak, semakin mengalir pula kreativitasnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA