Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

AHY: Saya tak Ada Masalah Pribadi dengan Moeldoko

Senin 08 Mar 2021 19:17 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Ratna Puspita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Foto: Prayogi/Republika.
AHY mengatakan akan memaafkan jika Moeldoko menyadari kekeliruannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, ia tidak memiliki masalah pribadi dengan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Namun, masalah hadir karena mantan panglima TNI itu mengusik kedaulatan partainya. 

"Secara pribadi saya tidak ada masalah dengan beliau, tapi jujur yang membuat saya kecewa, karena suka atau tidak suka beliau terlibat dalam gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat," ujar AHY di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (8/3). 

Secara pribadi, AHY mengatakan, ia akan memberikan maaf jika Moeldoko menyadari perbuatannya. Sebab sebagai manusia, menurut AHY, semua orang tidak sempurna dan tak luput dari kesalahan. 

Baca Juga

"Apabila beliau menyadari kekeliruannya, saya pribadi tentu memaafkannya," ujar AHY. 

Sebagai orang yang juga pernah berkutat di dunia kemiliteran, AHY menghormati Moeldoko sebagai seniornya. Apalagi, kepala KSP itu adalah panglima TNI di masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

"Beliau mantan panglima, saya tetap hormat. Itulah tradisi keprajuritan yang kami junjung tinggi di militer, once a soldier, always a soldier," ujar AHY. 

Namun, sebagai orang yang memimpin Partai Demokrat, ia berharap Moeldoko menyadari perbuatannya menyakiti kader dan simpatisan partainya. Ia menilai perbuatan Moeldoko mencoreng etika politik, demokrasi, dan kedaulatan partai berlambang bintang mercy itu. 

"Saya berpesan kepada seluruh kader dan simpatisan Partai Demokrat di manapun saudara berada, meski kita miskin harta, tetapi jangan miskin harga diri. Hiduplah dengan landasan ilmu dan nilai-nilai etika serta moralitas," pesan putra sulung SBY itu. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA