Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Jasa Marga Ungkap Potensi Pendanaan Infrastruktur LPI

Senin 08 Mar 2021 17:09 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha

Kendaraan tujuan arah Jakarta melintas di kilometer 125 Jalan Tol Purbaleunyi di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Ahad (14/2). PT Jasa Marga (Persero) memproyeksikan terdapat dua hingga tiga aset perusahaan yang mampu menampung dana Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI)

Kendaraan tujuan arah Jakarta melintas di kilometer 125 Jalan Tol Purbaleunyi di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Ahad (14/2). PT Jasa Marga (Persero) memproyeksikan terdapat dua hingga tiga aset perusahaan yang mampu menampung dana Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI)

Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi
Jasa Marga menyebut terdapat dua hingga tiga aset yang dapat tampung dana SWF.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jasa Marga (Persero) memproyeksikan terdapat dua hingga tiga aset perusahaan yang mampu menampung dana Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Total dana terhimpun mencapai Rp 1,5 triliun hingga Rp 3 triliun.

"Nanti kita lihat mana yang menarik bagi SWF, kita perlu lihat ketertarikan investor juga, dua sampai tiga tol kita bisa ekskusi tahun ini dan sisanya bertahap tahun-tahun berikutnya," ujar Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal saat webinar bertajuk 'Siapkah BUMN Infrastruktur Optimalkan Dana LPI' yang diselenggarakan Forum Wartawan BUMN di Jakarta, Senin (8/3).

Donny menyampaikan Jasa Marga telah menyiapkan sembilan aset untuk tahap awal yang meliputi Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Jakarta-Cikampek II Elevated, Semarang-Batang, Gempol-Pandanaan, Pandaan-Malang, Gempol-Pasuruan, Balikpapan-Samarinda, Manado-Bitung hingga Bali-Mandara. Donny mengungkapkan kehadiran LPI dapat memicu masuknya investor, baik domestik maupun mancanegara dalam percepatan proyek pembangunan infrastruktur Indonesia. 

Baca Juga

"Kita berharap investor dapat menciptakan nilai tambah dan efisiensi, baik dari sisi teknologi, pemeliharaan, dan pengoperasian," ucap Donny.

Donny tak menutup kemungkinan adanya pengembangan rest area pada setiap kerja sama proyek jalan tol. Pemerintah, ucap Donny menilai rest area tak sekadar pemenuhan kewajiban bagi pengelola jalan tol, melainkan memiliki potensi sebagai destinasi pariwisata ke depan.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA