Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Benarkah Fenomena Disunat Jin Riil? Ini Penjelasan Medis

Senin 08 Mar 2021 16:28 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nashih Nashrullah

Medis membuktikan secara ilmiah fenomena disunat jin di masyarakat. Ilustrasi sunat

Medis membuktikan secara ilmiah fenomena disunat jin di masyarakat. Ilustrasi sunat

Foto: Independent
Medis membuktikan secara ilmiah fenomena disunat jin di masyarakat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Disunat jin telah menjadi sebuah fenomena yang cukup dikenal di kalangan masyarakat. Belum lama ini, seorang bocah asal Bojonegoro juga menjadi viral karena mengalami fenomena tersebut. Apa sebenarnya disunat jin itu?

Dalam kacamata medis, disunat jin merupakan sebuah masalah yang terjadi pada penis dan dikenal sebagai parafimosis. Parafimosis adalah kondisi di mana kulit kulup pada penis tertarik ke belakang dan tidak dapat kembali ke posisi semula.

Kondisi tersebut membuat penis menjadi tercekik dan bagian kepala penis membengkak. Bila dibiarkan, kerusakan jaringan yang hebat bisa terjadi akibat tercekiknya pembuluh darah di area penis.

Baca Juga

"Dibilangnya ini disunat jin atau disunat setan, padahal itu sebetulnya bukan disunat," jelas dokter spesialis urologi dari RS Siloam, dr Arry Rodjani SpU(K), dalam diskusi daring yang diselenggarakan Forum Jurnalis Online (FJO), belum lama ini.

Seperti diungkapkan dalam laman resmi National Health Service (NHS), parafimosis merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan medis darurat agar terhindar dari komplikasi serius. Beberapa komplikasi tersebut adalah peningkatan rasa nyeri, pembengkakan, dan terhambatnya aliran darah ke penis.  "Ini (parafimosis) indikasi medis untuk dilakukan sunat," pungkas dr Arry.

Sunat atau sirkumsisi berasal dari bahasa latin yaitu circum dan caedere  yang memiliki makna memotong melingkar. Ada sekitar satu dari tiga laki-laki di dunia yang disirkumsisi.

Pada 1995, sirkumsisi bahkan menjadi prosedur pembedahan terbanyak yang dilakukan di Amerika Serikat. Pada saat itu, sekitar 64 persen neonatus di Amerika Serikat disirkumsisi.

"Mungkin karena waktu itu mereka takut, waspada, karena saat itu mulai banyak kasus HIV, makanya pada neonatus itu langsung disunat," tukas dr Arry.

Di Indonesia, praktik sirkumsisi juga banyak dilakukan. Selain karena adanya indikasi medis, sirkumsisi umum dilakukan sebagai salah satu bagian dalam ajaran agama Islam.

"Di Indonesia kita penduduk Muslim terbanyak, sunat merupakan hal yang diwajibkan kepada anak laki-laki (Muslim) nantinya," papar dr Arry.    

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA