Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Mendikbud Rancang Aturan Penanggulangan Kekerasan di Kampus

Senin 08 Mar 2021 14:28 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Menteri Pendidikan dan Kebudayan, Nadiem Makarim.  Penyusunan permendikbud tersebut, lanjut Nadiem, dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan pertimbangan. Dengan demikian, harapannya mekanisme tersebut dalam pelaksanaannya berjalan dengan tepat dan sesuai.  Selain itu, Kemendikbud juga sudah menetapkan Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan PAUD Dasmen. Permendikbud ini diharapkan bisa menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi peserta didik.  Nadiem mengatakan, meskipun saat ini perempuan Indonesia sudah bisa bersekolah di jenjang pendidikan dan berkarir secara mapan, perjalanan kesetaraan gender masih panjang. Perempuan masih menjadi kelompok yang rentan dengan kekerasan. Di dalam bidang pendidikan, selama tiga dosa besar tersebut masih ada maka kesetaraan gender masih belum tercapai.

Foto:
Mendikbud fokus pada penanggulangan kekerasan seksual di perguruan tinggi

Penyusunan permendikbud tersebut, lanjut Nadiem, dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan pertimbangan. Dengan demikian, harapannya mekanisme tersebut dalam pelaksanaannya berjalan dengan tepat dan sesuai.

Selain itu, Kemendikbud juga sudah menetapkan Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan PAUD Dasmen. Permendikbud ini diharapkan bisa menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi peserta didik.

Nadiem mengatakan, meskipun saat ini perempuan Indonesia sudah bisa bersekolah di jenjang pendidikan dan berkarir secara mapan, perjalanan kesetaraan gender masih panjang. Perempuan masih menjadi kelompok yang rentan dengan kekerasan. Di dalam bidang pendidikan, selama tiga dosa besar tersebut masih ada maka kesetaraan gender masih belum tercapai.

"Tiga dosa tersebut mempengaruhi tumbuh kembang peserta didik dan menentukan keputusan yang akan mereka ambil untuk menggapai cita-citanya," kata dia lagi.

Lebih lanjut, Nadiem mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menebus tiga dosa besar pendidikan. Ia mengibaratkan, Kemendikbud hanya satu ombak kecil di tengah upaya menciptakan lingkungan yang mendukung bagi perempuan.

 

"Hanya dengan kesadaran dan kemauan semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama menebus dosa, kita dapat memantik gelombang perjuangan," kata Nadiem menegaskan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA