Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Militer Myanmar Sewa Konsultan Politik Asal Israel

Senin 08 Mar 2021 11:44 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

 Para pengunjuk rasa memegang spanduk selama protes menentang kudeta militer, dekat Kedutaan Besar Indonesia di Yangon, Myanmar, 26 Februari 2021. Protes anti-kudeta terus berlanjut di Myanmar di tengah upaya diplomatik regional untuk mencapai resolusi terhadap kerusuhan berminggu-minggu yang disebabkan oleh kudeta militer.

Para pengunjuk rasa memegang spanduk selama protes menentang kudeta militer, dekat Kedutaan Besar Indonesia di Yangon, Myanmar, 26 Februari 2021. Protes anti-kudeta terus berlanjut di Myanmar di tengah upaya diplomatik regional untuk mencapai resolusi terhadap kerusuhan berminggu-minggu yang disebabkan oleh kudeta militer.

Foto: EPA-EFE/LYNN BO BO
Konsultan asal Israel diminta membantu komunikasi Myanmar dengan negara barat

REPUBLIKA.CO.ID, YANGON -- Militer Myanmar telah menyewa public relations (PR) untuk menjelaskan situasi yang sedang berlangsung di negara itu kepada Barat. Menteri Pertahanan Mya Tun Oo telah meminta konsultan Israel bernama Ari Ben-Menashe untuk membantu angkatan bersenjata berkomunikasi dengan Amerika Serikat (AS) dan negara lain.

Selama karier Ben-Menashe, dia telah bekerja untuk mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe, militer Sudan, dan calon presiden di Venezuela, Tunisia, dan Kyrgyzstan. Sebelum berkarir sebagai konsultan politik, dia menjabat sebagai pegawai Direktorat Intelijen Militer Israel dari 1977 hingga 1987  

Dikutip dari Sputniknews, Ben-Menashe langsung melancarkan aksi dengan mengatakan militer dapat membuktikan bahwa pemilu sebelumnya telah dicurangi dan bahwa etnis minoritas diblokir dari pemungutan suara. Meski begitu, dia tidak memberikan bukti tersebut kepada publik.

Baca Juga

Selama beberapa bulan, Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP) yang didukung militer mengklaim bahwa telah terjadi kecurangan pemilih yang meluas. Namun, komisi pemilihan menepis tuduhan tersebut. Ben-Menashe sendiri tidak memberikan bukti penipuan pemilih.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA