Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Israel Mulai Buka Restoran dan Longgarkan Karantina Covid-19

Senin 08 Mar 2021 09:30 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

 Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

Foto: AP/Reuven Castro/Walla Pool
Israel disebut hampir bebas dari karantina Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan negara itu hampir bebas dari karantina Covid-19, Ahad (7/3). Restoran dibuka kembali karena program vaksinasi cepat.

"Restoran kembali hidup," kata Netanyahu setelah dia dan Wali Kota Yerusalem, Moshe Lion, mendentingkan mug dan menyelipkan kue-kue di luar di sebuah kafe taman.

Meski pelonggaran pembukaan telah dimulai kembali, Netanyahu mengingatkan untuk tiap warga tetap menjaga diri. Dia meminta untuk terus menggunakan masker dan menerapkan jarak sosial agra bisa benar-benar menyelesaikan karantina.

Baca Juga

Menurut data Kementerian Kesehatan, langkah pelonggaran karantina itu dilakukan mengingat 53 persen orang Israel telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Pfizer Inc. Pemerintah secara bertahap membuka kembali bisnis, sekolah, dan bandara utama negara dengan kapasitas terbatas.

Beberapa tempat rekreasi memiliki akses terbatas kepada pelanggan yang dapat membuktikan kekebalan Covid-19 dengan Green Pass yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Pemberian kartu tersebut diharapkan akan mengambil hati orang Israel yang masih enggan mendapatkan vaksinasi.

Dikutip dari middleeastmonitor, Israel keluar dari kuncian ketiganya bulan lalu. Pemerintah Netanyahu telah berjanji tidak akan ada yang keempat dan upaya itu mencoba menaikkan namanya untuk pemilihan yang dilakukan pada 23 Maret.

Jajak pendapat melihat partai Likud konservatif Netanyahu mengambil suara terbanyak dalam pemilihan. Namun, penantang terbesarnya, Yair Lapid dari Yesh Atid yang beraliran sentris, dapat mengumpulkan lebih banyak sekutu yang berpikiran sama dan ditugaskan untuk membentuk pemerintahan koalisi berikutnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA