Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Kena Long Covid atau Cuma Perasaan Saja?

Senin 08 Mar 2021 09:06 WIB

Red: Joko Sadewo

Penderita COVID-19 berolahraga di Stadion Patriot Candrabhaga yang baru-baru ini diubah menjadi pusat isolasi virus di Bekasi di pinggiran Jakarta, Indonesia, Rabu, 6 Januari 2021. Foto ilustrasi

Penderita COVID-19 berolahraga di Stadion Patriot Candrabhaga yang baru-baru ini diubah menjadi pusat isolasi virus di Bekasi di pinggiran Jakarta, Indonesia, Rabu, 6 Januari 2021. Foto ilustrasi

Foto: AP Photo/Achmad Ibrahim
Meski sudah negatif, penyintas Covid-19 masih 'dihantui' gejala-gejala.

Oleh : Nora Azizah*

REPUBLIKA.CO.ID, Kurang lebih sebulan sudah saya dan keluarga menjadi penyintas Covid-19. Namun, tubuh rasanya tetap saja 'berbeda' dari sebelumnya. Entahlah, ada saja rasa-rasa tidak nyaman yang muncul.

Saya merasakan tubuh ini memiliki ritme yang berbeda. Hari ini bisa saja  sangat sehat. Namun, besoknya, terkadang kepala pusing. Atau paling sering nyeri badan hingga merasa sangat lelah.

'Katanya', ini Long Covid, kondisi merasakan gejala Covid-19 meski sudah dinyatakan negatif. Meskipun tidak semua penyintas merasakan kondisi ini.

Long Covid memiliki konsekuensi jangka panjang. Ada yang merasakannya selama beberapa pekan dan ada pula yang berbulan-bulan.

Bagi saya, ini cukup aneh. Padahal, ketika terkena Covid-19, saya nyaris  tanpa gejala. Hanya saja, sekitar hari ke tujuh, saya merasakan anosmia.

Gejala-gejala ini memang cukup ringan. Namun, tetap saja membuat tak nyaman. Aktivitas sehari-hari bisa terganggu, terlebih bagi saya yang juga seorang ibu, kondisi tubuh prima sangat penting.

Saya juga sempat berobat ke dokter. Namun, saya didiagnosis terkena GERD ringan. Ini akibat stres saat terinfeksi Covid-19. Paru-paru dan jantung saya juga dinyatakan baik-baik saja.

Tak hanya saya, seorang teman yang juga penyintas merasakan hal serupa dengan saya. Namun, ia tak hanya lemas atau kelelahan. Terkadang, ia merasa anosmianya kambuh.

Ketika saya menelusuri perihal Long Covid, ada banyak penyintas yang juga merasakan demikian. Di Indonesia, salah satunya, pasien Covid-19 02. Ia menyatakan merasakan Long Covid bahkan setelah satu tahun dinyatakan negatif.

Ada pula cerita penyintas lain yang saya baca. Ia mengatakan kondisi badannya memang berbeda setelah terkena Covid-19 meski sudah negatif. Namun, ketika berkonsultasi dengan dokter, seluruh organ tubuhnya dalam kondisi baik-baik saja.

Saat saya bercerita perihal ini ke orang lain, mereka hanya bilang 'ah, itu  perasaan lo aja, udah santai aja'. Banyak nasihat dan saran yang diberikan agar saya lebih memanajemen pikiran demi kesehatan.

Saya jadi teringat penggalan kalimat 'Mens Sana In Corpore Sano', yakni di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Cobalah mencerna dan memahami kembali kalimat ini.

Sehat tak hanya sekadar tubuh, tetapi jiwa atau mental juga harus sehat. Keduanya berkesinambungan, tak boleh dipisah-pisah.

Ada banyak sudah penelitian terkait hal ini. Semakin mental memiliki gangguan, dampaknya tidak hanya pada psikologis atau perilaku. Jiwa yang tidak sehat juga memengaruhi kesehatan fisik.

Lantas, apa yang harus dilakukan? Sayangnya, Long Covid pada penyintas tidak banyak mendapat perhatian. Kita diminta untuk waspada dan tetap menjaga tubuh tetap sehat.

Jadi, saya terkena Long Covid atau hanya perasaan saja? Meski masih 'dihantui' gejala-gejala, apa pun itu, saya hanya berusaha untuk menerapkan pola hidup sehat. Mengonsumsi makanan bergizi dan harus cukup istirahat.

Long Covid juga tidak membuat saya harus takut membabi buta. Rasa takut pasti ada, dan memang harus tetap waspada. Hanya saja, tidak boleh mengabaikan kebutuhan demi fisik dan mental agar tetap sehat.

Saya masih pergi belanja ke supermarket. Saya sesekali masih berjumpa tatap muka dengan teman. Saya masih berjalan santai berkeliling kompleks rumah ditemani anak tercinta.

Jangan lupa menerapkan protokol kesehatan saat melakukan aktivitas. Sebab, cepat atau lambat kita akan hidup berdampingan dengan virus-virus ini. Suka atau tidak, kita yang harus sadar untuk membentengi diri.

*) Penulis adalah jurnalis republika.co.id

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA