Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Saatnya Joan Laporta Buktikan Janji Pertahankan Messi

Senin 08 Mar 2021 07:44 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Israr Itah

Presiden baru Barcelona Joan Laporta.

Presiden baru Barcelona Joan Laporta.

Foto: EPA-EFE/Alejandro Garcia
Joan Laporta terpilih sebagai presiden Barcelona mengungguli pesaingnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Setelah Joan Laporta terpilih kembali menjadi presiden Barcelona, nama Lionel Messi pun mengapung. Sebab selama masa kampanyenya, Laporta selalu menegaskan bakal sekuat tenaga mempertahankan Messi. Saatnya ia membuktikan janji-janjinya. 

"Saya bisa menelpon Jorge Messi malam ini, jika saya menang," demikian salah satu pernyataan tokoh yang pada Juni 2021, berusia 59 tahun itu dikutip dari Marca, Senin (8/3), jelang pemilihan.

Baca Juga

Jorge adalah ayah sekaligus agen Lionel. Seseorang yang bertanggung jawab seputar karier profesional La Pulga.

Kontrak pesepak bola asal Argentina itu di Barcelona berakhir pada musim panas tahun ini. Kedua kubu belum jua menemukan kata sepakat untuk melanjutkan kerja sama.

Sejumlah klub top Eropa sudah sering dikaitkan dengan peraih enam gelar pemain terbaik dunia itu. Dua di antaranya, Paris Saint Germain dan Manchester City.

Tugas Laporta bukan sekadar menjaga Messi. Lebih dari itu, ia diharuskan mengeluarkan Barcelona dari jeratan permasalahan finansial.

Blaugrana tanpa sosok presiden sejak Josep Mario Bartomeu mengundurkan diri pada November tahun lalu. Dalam beberapa bulan terakhir, krisis ekonomi di klub tersebut, semakin memburuk. Tantangan besar menanti Laporta. 

Ini kali kedua Laporta menjadi orang nomor satu di tim raksasa Katalunya tersebut. Sebelumnya pada 2003 hingga 2010, sosok yang juga ahli hukum, politikus, dan pengusaha itu berstatus presiden Barcelona.

Ia bergelimang gelar selama periode pertama. Beberapa di antaranya empat trofi La Liga Spanyol, dan dua gelar Liga Champions.

Pada pemilihan terbaru, Laporta mengalahkan dua kandidat lainnya. Mereka adalah Victor Font, dan Toni Freixa.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA