Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Vaksinasi Pelaku Usaha di Yogyakarta Lebih dari 80 Persen

Ahad 07 Mar 2021 20:59 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Andi Nur Aminah

Pelaku wisata mengikuti penyuntikan vaksin Covid-19 secara massal di Benteng Vredeburg, Yogyakarta.

Pelaku wisata mengikuti penyuntikan vaksin Covid-19 secara massal di Benteng Vredeburg, Yogyakarta.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Total pelaku usaha yang sudah mendaftar untuk vaksinasi ini mencapai 19.200 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk pelaku usaha di Kota Yogyakarta sudah lebih dari 80 persen. Vaksinasi pelaku usaha ini dilakukan di Benteng Vredeburg, Pasar Beringharjo dan Taman Parkir Abu Bakar Ali.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, total pelaku usaha yang sudah mendaftar untuk vaksinasi ini mencapai 19.200 orang. Sementara, hanya 17.240 orang yang datang sejak pelaksanaan vaksinasi pada 1-6 Maret 2021.

"Yang datang (untuk mengikuti vaksinasi) baru 89,79 persen orang dan yang divaksinasi 16.364 orang 85,18 persen," kata Heroe kepada wartawan, Ahad (7/3).

Baca Juga

Sehingga, masih ada yang belum melakukan registrasi dan tidak datang untuk mendapatkan suntikan vaksin ini. Bagi pelaku usaha yang belum datang, katanya, takut untuk divaksin.

Hal ini dikarenakan adanya berita  palsu (hoaks) yang beredar di masyarakat. Walaupun begitu, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi terkait manfaat dan kegunaan vaksinasi Covid-19 ini.

"Kemudian sadar dan segera ikut antre. Tapi karena tidak pada jam layanan sesuai undangan, maka dialihkan dan dijadwalkan ulang," ujar Heroe yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta tersebut. 

Bagi pelaku usaha yang belum mendapatkan vaksin, maka akan dijadwalkan ulang. Diharapkan, seluruh pelaku usaha di Kota Yogyakarta mendapatkan vaksin Covid-19.

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA