Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

AHY: Moeldoko Musuh Bersama

Ahad 07 Mar 2021 17:46 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Ratna Puspita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY

Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA FOTO
AHY mengatakan, Partai Demokrat akan melawan untuk mempertahankan kedaulatannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko telah melakukan hal-hal yang merusak demokrasi dan kedaulatan partai. Bahkan, ia menyebut Moeldoko sebagai musuh bersama partainya.

"Kita punya musuh bersama hari ini, aktor eksternal yaitu KSP Moeldoko yang berkomplot dengan segelintir kader," ujar AHY sebelum menggelar rapat dengan pimpinan DPD Partai Demokrat, Ahad (7/3).

AHY mengatakan, segelintir kader yang mendukung Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat itu diiming-imingi oleh imbalan dan jabatan. "Berkolusi dan mencoba untuk memutarbalikkan fakta, menggulingkan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah berdasarkan Kongres ke-5 tanggalb15 maret 2020," ujar AHY.

Baca Juga

AHY mengatakan, Partai Demokrat akan melawan untuk mempertahankan kedaulatannya. Sebab, AHY mengatakan, Moeldoko sedang melegalisasi kepengurusan hasil kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Kita sama sekali tidak ragu, kita tidak emosional, yang kita lakukan hari ini adalah untui melakukan segala hal yang memang untuk bisa menjaga kedaulatan kita bersama," ujar AHY.

Moeldoko menerima keputusan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatra Utara, Jumat (5/3). KLB menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum (ketum) partai. 

Hal ini disampaikan Moeldoko melalui sambungan telepon di hadapan kader yang hadir dalam KLB. "Baik dengan demikian, saya menghargai dan menghormati keputusan saudara. Oke kita terima menjadi ketua umum," ujar Moeldoko, dalam sambutan kemenangan melalui sambungan telepon.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA