Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Peneliti AS Ragukan Dosis Tunggal Vaksin Beri Perlindungan

Ahad 07 Mar 2021 13:02 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Gita Amanda

Para peneliti dari Amerika Serikat (AS) skeptis terhadap rejimen sekali pakai untuk vaksin Covid-19 Pfizer Inc dan Moderna Inc.

Para peneliti dari Amerika Serikat (AS) skeptis terhadap rejimen sekali pakai untuk vaksin Covid-19 Pfizer Inc dan Moderna Inc.

Foto: EPA
Tidak ada cukup bukti kalau dosis tunggal memberikan perlindungan jangka panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para peneliti dari Amerika Serikat (AS) skeptis terhadap rejimen sekali pakai untuk vaksin Covid-19 Pfizer Inc dan Moderna Inc. Menurut mereka, tidak ada cukup bukti kalau dosis tunggal memberikan perlindungan jangka panjang.

"Sangat penting kalau vaksin ini digunakan sebagaimana diizinkan oleh FDA untuk mencegah Covid-19 dan rawat inap serta kematian terkait,” kata Direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA, Peter Marks dikutip dari Reuters, Ahad (7/3).

Diketahui, FDA akhir tahun lalu menyetujui rejimen dua dosis untuk vaksin dari Moderna Inc dan dari kemitraan Pfizer Inc serta BioNTech SE. Baru-baru ini disetujui penggunaan rejimen satu dosis untuk vaksin dari Johnson dan Johnson.

Beberapa ilmuwan dan pembuat undang-undang telah menyerukan untuk beralih ke rejimen satu dosis untuk semua vaksin. Studi pendahuluan yang menunjukkan satu suntikan bisa efektif.  Mereka berpendapat beralih ke satu suntikan akan memungkinkan AS untuk mempercepat laju vaksinasi.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA