Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Siloam Dukung Program Percepatan Vaksinasi Covid Bagi Lansia

Ahad 07 Mar 2021 01:49 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Kegiatan vaksinasi kelompok lansia Siloam Hospitals TB Simatupang akan melayani sebanyak 2.035 lansia yang mempunyai KTP wilayah Jakarta

Kegiatan vaksinasi kelompok lansia Siloam Hospitals TB Simatupang akan melayani sebanyak 2.035 lansia yang mempunyai KTP wilayah Jakarta

Foto: Siloam
Siloam Simatupang akan layani 2.035 lansia yang memiliki KTP Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Demi mendukung program pemerintah Indonesia dalam memberantas COVID-19, Siloam Hospitals Group melalui Siloam Hospitals TB Simatupang mengadakan kegiatan vaksinasi COVID-19 bagi kelompok lanjut usia (lansia). Vaksinasi bagi kelompok lansia merupakan arahan pemerintah melalui Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Sebelumnya pada periode Januari sampai dengan Februari 2021, vaksinasi telah dilakukan bagi kelompok tenaga kesehatan dan para pekerja yang berhubungan dengan masyarakat luas. 

Direktur Siloam hospitals TB Simatupang dr. Harijanto Solaeman, MM mengatakan, dalam kegiatan vaksinasi kelompok lansia Siloam Hospitals TB Simatupang akan melayani sebanyak 2.035 lansia yang mempunyai KTP wilayah Jakarta. “Vaksin COVID-19 bagi kelompok lansia ini diberikan gratis. Para lansia terlebih dahulu diminta untuk mendaftarkan diri melalui situs resmi milik Kementerian Kesehatan RI yaitu dki.kemkes.go.id kemudian membuat appointment via aplikasi MySiloam. Kami diberi kesempatan melayani 2.035 lansia yang diharapkan dapat diselesaikan hingga 10 hari ke depan. Kami senantiasa mendukung program pemerintah, terlebih program nasional vaksinasi COVID-19 yang dikerjakan secara gotong royong oleh pemerintah dan pihak swasta,“ tutur dr. Harijanto. 

Setelah menerima vaksin COVID-19, para lansia diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan dan kembali melakukan suntik vaksin tahap kedua dengan jeda waktu 28 hari dari pemberian suntik vaksin tahap pertama.  “Tetap menjalankan protokol kesehatan karena vaksin tidak segera  menjadikan tubuh kebal terhadap virus COVID-19, namun setidaknya imun tubuh lebih meningkat dari risiko terpapar,” ujar dr Harijanto. 

Kepala Bidang Kesehatan Mayarakat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr Fify Mulyani, MARS menyatakan pihaknya akan terus meningkatkan fasilitas layanan vaksin COVID-19 bagi kelompok lansia. Sebelumnya terdapat 73 layanan faskes guna pemenuhan tersebut dan ditingkatkan dengan penambahan 10 rumah sakit swasta sekaligus membuka layanan vaksinasi di tingkat kecamatan. 

“Vaksin COVID-19 bagi lansia dapat dilakukan di 30 Rumah Sakit Umum Daerah di wilayah Jakarta dan 43 Puskesmas. Saat ini kami menambah layanan melalui 10 rumah sakit swasta. Siloam Hospitals merupakan rumah sakit swasta yang menjadi tolak ukur kegiatan vaksin ini bagi lansia. Saya lihat Siloam Hospitals memenuhi syarat dan kebutuhan layanan vaksin COVID-19 bagi lansia,” ungkap dr Fify di lobi Hotel Lippo Kemang Jakarta Selatan usai mengunjungi lokasi vaksin COVID-19 bagi kelompok lansia. 

Lansia yang dapat melakukan vaksinasi COVID-19 harus memenuhi sejumlah syarat, yaitu berusia lebih dari 60 tahun dengan kondisi sehat dan dipastikan jika memiliki penyakit penyerta dalam kondisi terkendali. “Kriteria syarat ini harus dipenuhi sebelum melakukan registrasi online melalui situs dki.kemenkes.go.id. Adapun jika lansia pernah terpapar COVID-19 dapat melakukan vaksinasi COVID-19 setelah tiga bulan saat telah dinyatakan sembuh," tambah dr. Fify. 

Kegiatan vaksinasi bagi kelompok lansia ini akan dilakukan secara berkelanjutan hingga akhir tahun 2021 dengan menggunakan merek Sinovac berdosis 0,5 cc. Vaksinasi COVID-19 bagi kelompok lansia diberikan dalam dua kali penyuntikan dengan jeda waktu 28 hari sejak vaksinasi pertama dilakukan. Jeda waktu tersebut berbeda dengan kelompok tenaga kesehatan yang berdurasi 14 hari sejak vaksinasi pertama diberikan. Diharapkan vaksinasi yang dilakukan dapat mendorong percepatan penanggulangan pandemi di Indonesia agar masyarakat lebih sehat dan terlindungi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA