Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Berburu Naskah Asli Supersemar

Sabtu 06 Mar 2021 18:16 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Karta Raharja Ucu

Naskah Supersemar

Foto:
Sudah 55 tahun sejak ditandatangani, naskah asli Supersemar belum juga ditemukan.

Tercatat, ANRI saat ini menyimpan tiga naskah dokumen Supersemar. Namun keaslian ketiga dokumen itu diragukan. Pertama, Supersemar yang diperoleh dari Sekretariat Negara mempunyai ciri jumlah halaman dua lembar, berkop Burung Garuda, diketik rapi, dan di bawahnya tertera tanda tangan beserta nama "Sukarno".

Kedua, Supersemar yang diperoleh dari Pusat Penerangan TNI AD memiliki ciri jumlah halaman satu lembar, berkop Burung Garuda, ketikan tidak serapi versi pertama. Penulisan ejaan telah memakai kaidah bahasa Indonesia yang berlaku pada periode itu.

Ketiga, Supersemar yang didapat dari Yayasan Akademi Kebangsaan bisa dicirikan dari jumlah halaman satu lembar, sebagian surat robek hingga tidak utuh lagi, kop surat tidak jelas, hanya berupa salinan. Tanda tangan Soekarno pada versi ketiga ini berbeda dari versi pertama dan kedua.

"Tidak ada yang berani nyatakan yang benar. Semuanya spekulatif. Kami juga tidak berani nyatakan yang benar yang mana diantara ketiganya, tapi kemungkinan memang tidak ada yang benar," ujar Rudi.

Sejarah Supersemar memang sudah berusia 50 tahun, tapi kontroversi selalu menyelimutinya. Apalagi lewat surat perintah bertanggal 11 Maret itulah Soeharto sampai ke kursi kekuasaan di Tanah Air. Supersemar juga surat yang mengawali peralihan kepemimpinan nasional dari pemerintahan Orde Lama ke Orde Baru.

Terlepas dari ada atau tidaknya dokumen Supersemar, Rudi mengutip perkataan dosennya pakar hukum Prof Hamid Attamimi ketika ditanyai soal eksistensi Supersemar di kampus.

"Anda pernah tidak cek buku nikah orang tua anda ada atau tidak? terus kalau tidak ada, apa anda akan kembali masuk ke perut ibu anda?" kata Prof Hamid menjawab serius pernyataan Rudi ketika masih berkuliah di Universitas Indonesia di tahun 1990-an.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA