Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Inggris Peringatkan Uni Eropa tak Larang Ekspor Vaksin

Sabtu 06 Mar 2021 12:45 WIB

Rep: Reuters/Kamran Dikarma/ Red: Muhammad Fakhruddin

Inggris Peringatkan Uni Eropa tak Larang Ekspor Vaksin. Vaksin Covid-19 (ilustrasi).

Inggris Peringatkan Uni Eropa tak Larang Ekspor Vaksin. Vaksin Covid-19 (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Uni Eropa adalah pengekspor utama dosis vaksin.

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON -- Pemerintah Inggris memperingatkan Uni Eropa agar tidak memberlakukan larangan ekspor vaksin Covid-19. Hal itu dinilai dapat membahayakan perjuangan global melawan pandemi.

“Pemulihan global dari Covid bergantung pada kolaborasi internasional. Kita semua bergantung pada rantai pasokan global. Memberlakukan pembatasan membahayakan upaya global untuk melawan virus," kata juru bicara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Jumat (5/3).

Pernyataan itu disampaikan setelah eksekutif Uni Eropa mendukung keputusan Italia untuk memblokir pengiriman 250 ribu vaksin AstraZeneca ke Australia. "Perdana Menteri (Boris Johnson) telah berbicara dengan Presiden (Komisi Eropa) von der Leyen awal tahun ini dan dia menegaskan, fokus dari mekanisme mereka adalah pada transparansi dan tidak dimaksudkan membatasi ekspor oleh perusahaan, kami berharap Uni Eropa terus mendukungnya," ujarnya.

Pada Kamis (4/3) lalu Italia menjadi negara pertama yang memutuskan menghentikan pengiriman lebih dari 250 ribu vaksin AstraZeneca ke Australia. Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan pemblokiran pengiriman vaksin itu dilakukan setelah AstraZeneca gagal memenuhi komitmennya kepada Uni Eropa.

Komisi Eropa membela langkah Italia. Mereka menyebut tindakan itu tidak dimaksudkan menargetkan Australia. Namun mereka ingin memastikan AstraZeneca menyalurkan jumlah dosis yang telah disepakati dengan otoritas Uni Eropa.

"Faktanya, Uni Eropa adalah pengekspor utama dosis vaksin," kata kepala juru bicara Komisi Eropa Eric Mamer. Dia menekankan Uni Eropa mengharapkan perusahaan yang telah menandatangani perjanjian pembelian lanjutan, melakukan upaya terbaik untuk mematuhi kontrak.

AstraZeneca mengurangi hampir separuh pasokannya ke Uni Eropa pada kuartal pertama tahun ini. Ia kemudian mengatakan akan memangkas pengiriman sebanyak 50 persen lagi pada kuartal kedua. Pada saat bersamaan, masih banyak negara Eropa yang sekarang menghadapi kelangkaan pasokan vaksin.

Beberapa negara mencoba mencari pasokan tambahan vaksin di luar perjanjian bersama yang dibuat oleh Uni Eropa. Kemampuan negosiasi Perhimpunan Benua Biru untuk memperoleh pasokan vaksin telah menuai banyak kritik. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA