Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

P2G Minta Pemerintah tak Tergesa-gesa Sekolah Tatap Muka

Sabtu 06 Mar 2021 07:16 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Ratna Puspita

Sekolah Tatap Muka (ilustrasi)

Sekolah Tatap Muka (ilustrasi)

Foto: Republika/Mgrol100
Sebelum vaksinasi anak tersedia, DKI sebaiknya tunda sekolah tatap muka pada Juli.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menilai sebaiknya pemerintah tidak tergesa-gesa menetapkan sekolah tatap muka pada Juli 2021. Sebab saat ini, masih ada kekhawatiran dari orang tua siswa terkait keputusan sekolah tatap muka. 

P2G mendapatkan keluhan dan kekhawatiran dari orang tua siswa perihal belum adanya vaksinasi anak. Kebanyakan orang tua ingin ada kepastian keamanan dan kesehatan para siswa jika sekolah tatap muka berjalan kembali. 

"P2G berharap, pemerintah tidak tergesa-gesa menjanjikan melaksanakan PTM (pembelajaran tatap muka) Juli 2021. Dengan risiko penyebaran Covid-19 yang masih tinggi, apalagi ada varian baru Covid-19," kata Kepala Bidang Advokasi Guru P2G Iman Zanatul Haeri pada Jumat (5/3). 

Baca Juga

Pembelajaran di daerah yang zona hijau atau kuning, P2G menyarankan menggunakan metode blended learning atau campuran antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring. Pembelajaran tatap muka juga harus dijaga dengan disiplin protokol kesehatan. 

Iman berharap, pemerintah sebaiknya terus fokus mengakselerasi upaya pendataan dan pelaksanaan vaksinasi guru dan tenaga pendidikan. P2G berharap pemerintah memperhitungkan risiko jika sekolah dibuka kembali Juli, termasuk bagaimana mencegah penyebaran Covid-19 pada siswa. 

Bagi daerah yang masih zona oranye dan merah, pemerintah daerah sebaiknya mempertimbangkan dengan serius untuk membuka sekolah kembali pada Juli 2021. Menurut P2G, sebelum tersedianya vaksinasi anak secara nasional, DKI Jakarta sebaiknya menunda PTM pada Juli 2021. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA