Sunday, 13 Jumadil Akhir 1443 / 16 January 2022

Alabama tak Perpanjang Anjuran Penggunaan Masker

Sabtu 06 Mar 2021 07:06 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Esthi Maharani

Masker (ilustrasi).

Masker (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Alabama tidak akan memperpanjang anjuran menggunakan masker setelah 9 April mendatang

REPUBLIKA.CO.ID, ALABAMA -- Negara bagian Alabama tidak akan memperpanjang anjuran menggunakan masker setelah 9 April mendatang. Gubernur Kay Ivey mengumumkan bahwa perintah “Aman di Rumah,” yang mencakup mandat menggunakan masker dan tindakan lain diberlakukan sampai 9 April mendatang.

Setelah 9 April, Alabama bergabung dengan setidaknya 16 negara bagian lain yang tidak memiliki anjuran mengenakan masker di daerahnya. “Saya yakin mandat mengenakan masker menjadi hal yang benar untuk dilakukan, saya juga menghormati mereka yang keberatan,” kata Ivey dalam konferensi pers di Montgomery dilansir Edition CNN, Jumat (5/3).

Alabama menjadi negara bagian terbaru yang membuat pengumuman tentang penggunaan masker pada pekan ini. Texas dan Mississippi mengumumkan mereka tidak tidak lagi memiliki anjuran penggunaan masker di seluruh negara bagian, Selasa lalu. Selain itu, negara bagian tersebut mengizinkan bisnis kembali beroperasi pada kapasitas 100 persen.

Ivey mengatakan masker telah menjadi alat terhebat dalam memerangi virus corona. Namun, dia mengaggap sudah waktunya menjadikan upaya perlindungan sebagai tanggung jawab pribadi. Ivey sendiri mengatakan dirinya akan terus mengenakan masker di tempat umum. Dia mendesak sektor bisnis untuk memutuskan sendiri seperti apa kebijakan penggunaan masker di perusahannya setelah 9 April mendatang.

Kasus infeksi Covid-19 dan jumlah rawat inap telah menurun di Alabama sejak Januari lalu. Menurut data Johns Hopkins University, rata-rata negara bagian itu mencatat 990 kasus baru dalam sehari selama seminggu terakhir. Jumlah itu turun dari kasus tertinggi 4.280 pada 10 Januari lalu. Negara bagian itu merawat 559 pasien Covid-19 di rumah sakit pada Rabu. Jumlahnya jauh di bawah jumlah pandemi tertinggi, yaitu 3.088 pada 11 Januari.

Namun, pemimpin kesehatan masyarakat di seluruh AS mendesak negara bagian untuk menunggu lebih banyak orang mendapat vaksin dan tingkat kasus lebih rendah, sebelum mengurangi langkah-langkah keamanan. Alasannya, kebijakan itu bisa meningkatkan penyebaran varian dan memicu lonjakan kasus lain.

“Jika kita bisa bertahan, itu akan membuat perbedaan besar. Jadi sangat mengecewakan kita harus melepas masker,” ujar wakil direktur Pusat Pengembangan Vaksin di Rumah Sakit Anak Texas, dr. Peter Hotez.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA