Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Indonesia tanpa Wakil di Semifinal Swiss Open

Sabtu 06 Mar 2021 07:06 WIB

Red: Israr Itah

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Shesar Hiren Rhustavito

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Shesar Hiren Rhustavito

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Dua wakil Indonesia yang tersisa terhenti di perempat final Swiss Open.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia tanpa wakil di semifinal turnamen bulu tangkis Swiss Open 2021. Dua wakil Indonesia yang tersisa mengakhiri langkah pada babak perempat final yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Jumat (5/3).

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dijegal unggulan pertama Aaron Chia/Soh Woi Yik dari Malaysia lewat pertarungan rubber gim 18-21, 21-9, dan 16-21. Sementara Shesar Hiren Rhustavito menyerah dari wakil Denmark Viktor Axelsen 17-21 dan 12-21.

Baca Juga

Bagi Leo/Daniel ini merupakan kekalahan kedua dari pasangan Malaysia tersebut. Sebelumnya pada turnamen Toyota Thailand Terbuka, Januari lalu, juara Kejuaraan Dunia Junior 2019 ini juga menelan kekalahan rubber gim dengan skor yang hampir serupa, 12-21, 21-6, 12-21.

"Kami kecewa dengan hasil ini. Seharusnya kami tadi bisa menang karena kami merasa permainan kami tidak buruk," kata Leo dalam keterangan media yang diterima Republika.co.id.

"Di gim pertama kami memang kalah start, kami tidak bisa konsisten dengan pola kami. Sering keduluan nyerangnya. Di gim kedua, kami mengambil inisiatif serangan dan berhasil. Gim ketiga kami malah masuk lagi ke pola permainan lawan. Kami terpancing permainan mereka," jelasnya lagi.

Walau kecewa, Leo/Daniel tetap bersyukur bisa menembus babak perempat final turnamen level Super 300 ini. Mereka pun begitu berharap bisa terus berkembang menjadi lebih baik ke depan.

Pada laga perempat final lainnya, wakil tunggal putra Merah-Putih, Shesar Hiren Rhustavito alias Vito, juga gagal membendung Viktor Axelsen walau telah memberikan perlawanan seimbang.

"Saya ada kesempatan untuk merebut gim pertama. Tapi memang di poin-poin akhir dia lebih inisiatif untuk menyerang dan saya malah tidak siap dengan itu," kata Vito.

"Di gim kedua dia lebih tahan dan fokus di setiap reli-reli untuk bisa dapat serangan. Sementara saya malah masuk ke pola permainan dia dan mudah memberikan bola yang dia inginkan," lanjutnya.

Walau tidak puas dengan hasil yang didapat, Vito mengaku mendapat banyak pelajaran dari pertandingan hari ini untuk memperbaiki permainan ke depannya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA