Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Cara Menyikapi Dosa Besar Menurut Syekh Ibnu Athaillah

Jumat 05 Mar 2021 23:57 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

Syekh Ibnu Athaillah memberikan kiat menyikapi dosa besar. Ilustrasi istighfar dari dosa besar

Syekh Ibnu Athaillah memberikan kiat menyikapi dosa besar. Ilustrasi istighfar dari dosa besar

Foto: Republika/Raisan Al Farisi/ca
Syekh Ibnu Athaillah memberikan kiat menyikapi dosa besar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Setiap manusia pernah melakukan dosa kecil dan sebagian di antaranya melakukan dosa besar. Syekh Ibnu Athaillah dalam Kitab Al-Hikam menerangkan bagaimana cara menyikapi dosa besar.

"Suatu dosa besar jangan sampai menghalangi kamu dari berperasangka baik (husnuzan) kepada Allah. Sesungguhnya siapa yang mengenal Allah pasti akan menganggap dosanya tidak seberapa dibandingkan dengan keluasan kemurahan Allah."  

Baca Juga

Terjemah Al-Hikam karya Ustadz Bahreisy menambahkan penjelasan perkataan Syekh Ibnu Athaillah tersebut. Ustadz Bahreisy menerangkan, merasa besar suatu dosa itu sikap yang baik, jika mendorong untuk berbuat tobat serta berniat tidak akan mengulanginya.

Tapi jika merasa besarnya dosa itu membuat putus harapan terhadap rahmat dari Allah, merasa seolah-olah rahmat dan maaf dari Allah tidak akan dapat memaafkannya, maka perasaan semacam ini lebih berbahaya dari dosa yang telah dilakukannya. Sebab putus harapan dari rahmat Allah adalah perbuatan yang termasuk dosa besar, itu seperti perasaan orang kafir.

Abdullah bin Masud berkata, "Seorang mukmin melihat dosanya bagaikan bukit yang akan menimpanya, sedangkan orang munafik melihat dosanya bagai lalat yang hinggap di hidungnya, maka lalat itu diusir dengan tangannya."

Dalam hadits riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah Muhammad SAW bersabda sebagai berikut:

عن أبي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُم

"Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, andaikan kamu tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan mematikan kamu, dan mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa lalu meminta ampunan kepada Allah, kemudian Allah mengamuni mereka."

 

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Andai perbuatan dosa itu tidak lebih baik bagi seorang mukmin daripada ujub (merasa sombong karena amal baiknya), maka Allah tidak akan membiarkan seorang mukmin berbuat dosa untuk selamanya."

Ustaz Bahreisy mengatakan, ujub menjauhkan seorang hamba dari Allah, sedangkan dosa itu menarik hamba mendekat kepada Allah. Ujub merasa besar diri, sedangkan dosa merasa kecil dan rendah di sisi Allah.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA