Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

225 Personil Secata B Padang Panjang Ikuti Vaksinasi

Jumat 05 Mar 2021 20:29 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Petugas bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac saat pelaksanaan vaksinasi massal. Padang Panjang sudah memulai vaksinasi tahap dua untuk TNI, Polri, ASN dan petugas pelayanan publik. Hari ini, Jumat (5/3) sebanyak 225 personel Sekolah Calon Tamtama (Secata) B Kota Padang Panjang mengikuti penyuntikkan vaksin covid di Puskesmas Koto Katik.

Petugas bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac saat pelaksanaan vaksinasi massal. Padang Panjang sudah memulai vaksinasi tahap dua untuk TNI, Polri, ASN dan petugas pelayanan publik. Hari ini, Jumat (5/3) sebanyak 225 personel Sekolah Calon Tamtama (Secata) B Kota Padang Panjang mengikuti penyuntikkan vaksin covid di Puskesmas Koto Katik.

Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Personil Secata Padang yang menerima vaksin baru 225 dari target 429 orang

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PANJANG -- Padang Panjang sudah memulai vaksinasi tahap dua untuk TNI, Polri, ASN dan petugas pelayanan publik. Hari ini, Jumat (5/3) sebanyak 225 personel Sekolah Calon Tamtama (Secata) B Kota Padang Panjang mengikuti penyuntikkan vaksin covid di Puskesmas Koto Katik.

Pemberian vaksin ditujukan bagi seluruh prajurit TNI dan ASN di lingkungan Secata B agar kekebalan tubuh meningkat, sehingga bisa terhindar dari penyebaran Covid-19," kata Komandan Secata B, Letkol Inf Aidil Amin.

Aidil mengimbau masyarakat agar dapat mendukung dan menyukseskan program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah saat ini. Karena vaksinasi merupakan upaya untuk dapat segera bangkit dari berbagai dampak yang telah ditimbulkan adanya pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang Nuryanuwar menjelaskan, personil Secata B yang menjadi sararan hari ini adalah 429 orang. Tapi yang baru menjalani vaksinasi baru 225 orang. Hal ini disebabkan beberapa personil itu baru saja menerima vaksinasi hepatitis B.

“Yang selebihnya, ditunda sampai 14 Maret mendatang. Karena mereka baru saja mendapat vaksinasi hepatitis B pada 6 Februari lalu. Sesuai SOP, vaksin Covid-19 harus berjarak satu bulan dari setelah mendapat vaksin yang lain. Jadi kita undur dulu,” ucap Nuryanuwar.

Kendati demikian ia meyakini, pelaksanaan vaksinasi tahap kedua bagi petugas publik di Kota Padang Panjang bisa mencapai target yang telah ditentukan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA