Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

NasDem: Kemelut Demokrat Jangan Abaikan Kewibawaan Partai

Jumat 05 Mar 2021 19:32 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Karta Raharja Ucu

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa kongres luar biasa (KLB) adalah ilegal, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (5/3).

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa kongres luar biasa (KLB) adalah ilegal, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (5/3).

Foto: Republika/nawir arsyad akbar
Demokrat adalah partai yang telah menjadi bagian dari kehidupan demokrasi Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyatakan keprihatinan terhadap kemelut yang melanda Partai Demokrat. Namun ia juga menyebut agar masalah tersebut jangan sampai mengabaikan kewibawaan dan norma partai politik.

Paloh mengatakan yang terjadi pada Partai Demokrat sangat disayangkan, mengingat Demokrat pernah memenangkan salah satu momentum pemilu nasional dan menjadi fenomena dalam kehidupan politik nasional. "Kemelut yang terjadi, cukup mengagetkan banyak pihak dan kalangan dan mungkin tidak pernah kita duga sama sekali," ujar Surya Paloh dalam keterangan resminya, Jumat (5/3).

Menurutnya, masalah yang terjadi pada Partai Demokrat bisa diurai untuk kemudian dicari benang merah atau titik temunya, agar jalannya roda organisasi dan kerja-kerja politik partai bisa terus berlanjut dengan baik. Ia menilai, Demokrat adalah partai yang telah menjadi bagian dari kehidupan demokrasi Indonesia. Partai politik adalah satu pilar utama demokrasi di antara berbagai pilar lainnya.

"Sebagai organisasi politik, Demokrat memiliki kedaulatannya. Oleh karena itu, jangan sampai masalah atau kemelut yang terjadi tidak mengindahkan norma dan kewibawaan partai." kata Paloh. Ia menyatakan, NasDem berharap segala kemelut dan masalah yang menyertai Partai Demokrat bisa segera diselesaikan dengan baik, elegan, dengan tetap menjaga kehormatan partai.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA