Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Amnesty Sambut ICC Selidiki Kejahatan Perang di Palestina

Jumat 05 Mar 2021 16:34 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

 Demonstran diliputi gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel selama bentrokan saat mereka memprotes penghancuran tenda dan bangunan lain di dusun Badui Palestina, dekat Ein Sukkot di Lembah Yordania, Sabtu, 27 Februari 2020.

Demonstran diliputi gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel selama bentrokan saat mereka memprotes penghancuran tenda dan bangunan lain di dusun Badui Palestina, dekat Ein Sukkot di Lembah Yordania, Sabtu, 27 Februari 2020.

Foto: AP/Majdi Mohammed
Amnesty menyebut terdapat kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan di Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Organisasi hak asasi manusia (HAM) Amnesty International menyambut keputusan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) membuka penyelidikan resmi atas dugaan kejahatan perang di wilayah Palestina. Menurutnya, itu merupakan terobosan penting untuk mewujudkan keadilan.

Kepala Pusat Keadilan Internasional Amnesty International Matthew Cannock mengungkapkan terdapat kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi di wilayah Palestina. Namun, hingga kini belum ada yang dimintai pertanggungjawaban.

"Penyelidikan ICC memberikan prospek asli pertama bagi ribuan korban kejahatan di bawah hukum internasional untuk mendapatkan akses keadilan, kebenaran dan reparasi yang telah lama tertunda," kata Cannock, dikutip laman Middle East Monitor pada Kamis (4/3).

Baca Juga

Cannock meminta pemerintah dunia memberikan dukungan politik dan praktis penuh untuk ICC dalam penyelidikannya. "Penyelidikan ini juga menawarkan kesempatan bersejarah untuk akhirnya mengakhiri impunitas yang meluas yang telah mendorong pelanggaran serius di wilayah pendudukan Palestina selama lebih dari setengah abad," ujarnya.

 

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA