Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Antibodi Varian Covid-19 Afsel Tawarkan Perlindungan Silang

Jumat 05 Mar 2021 13:20 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Penyebaran Virus Corona.

Ilustrasi Penyebaran Virus Corona.

Foto: MgIT03
Antibodi varian covid-19 Afsel bisa melawan varian-varian lain.

REPUBLIKA.CO.ID, CAPE TOWN -- Kabar baik berasal dari penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan di Afrika Selatan. Penelitian menunjukkan bahwa antibodi yang dipicu oleh paparan varian virus corona jenis baru yang menyebabkan infeksi penyakit COVID-19 dominan di negara itu dapat mencegah infeksi oleh varian lain.

Temuan dalam studi laboratorium ini menawarkan harapan bahwa vaksin COVID-19 berdasarkan varian 501Y.V2 yang pertama kali diidentifikasi akhir tahun lalu di Afrika Selatan dapat melindungi dari berbagai mutasi yang beredar di berbagai belahan dunia. Varian yang lebih menular diyakini mendorong gelombang infeksi, yang mencapai puncaknya di Afrika Selatan pada Januari dan diyakini menyebar ke banyak negara lain di dunia.

“Kami menggunakan plasma dari orang-orang yang terinfeksi dalam gelombang terbaru ini dengan 501Y.V2 dan kami menggunakannya untuk melawan virus gelombang pertama. Apa yang kami temukan adalah bahwa itu dapat menetralkan,” ujar Alex Sigal dari Institut Penelitian Kesehatan Afrika, dilansir Aljazirah, Kamis (4/3).

Sigal mengatakan vaksin yang dirancang dengan versi 501Y.V2 mungkin melindungi silang varian lain. Ini memberi gambaran bagaimana masalah varian ini dapat dipecahkan.

Ahli virologi terkemuka, Tulio de Oliveira juga mengatakan dalam konferensi video yang dihadiri oleh para menteri senior pemerintah bahwa 501.Y.V2 dapat menghasilkan antibodi tingkat tinggi yang menetralkan dirinya sendiri. Ia juga menambahkan bahwa respondeu kekebalan telah mengungguli varian sebelumnya.

Penny Moore, seorang profesor di National Institute for Communicable Diseases, mengatakan respons antibodi dari varian 501Y.V2 hanya berkurang tiga kali lipat terhadap virus gelombang pertama. Sementara itu, respons dari virus gelombang pertama berkurang sembilan kali lipat dibandingkan 501Y. .V2, yang juga dikenal sebagai B1351.

“Bukan karena antibodi yang dipicu oleh 501Y.V2 entah bagaimana ajaib, ada penurunan, tetapi tidak seperti antibodi yang dipicu oleh varian asli dan tampaknya memiliki keluasan yang sedikit lebih besar,”  jelas Sigal.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA