Jumat 05 Mar 2021 09:07 WIB

Kopi Boyolali, Toraja, dan Flores-Bajawa Terbang ke Jerman

Kegiatan ini dapat membuka jalan yang lebih luas untuk memasarkan kopi Indonesia

Rep: Fergi Nadira/ Red: A.Syalaby Ichsan
Seorang penjual Kopi Flores Bajawa merapikan kemasan kopi yang dipajang dalam acara Festival Kopi NTT yang digelar oleh Aston Hotel Kupang di Kupang, NTT Sabtu, (30/3/2019) malam.
Foto: Antara/Kornelis Kaha
Seorang penjual Kopi Flores Bajawa merapikan kemasan kopi yang dipajang dalam acara Festival Kopi NTT yang digelar oleh Aston Hotel Kupang di Kupang, NTT Sabtu, (30/3/2019) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar melepas pengiriman kopi Boyolali, kopi Toraja, dan kopi Flores-Bajawa seberat 1.5 ton ke Jerman secara simbolis pada Kamis (4/3).

Kementerian Luar Negeri RI berkolaborasi dengan KJRI Hamburg, Jerman telah membuka jalan bagi UKM kopi Boyolali, kopi Toraja, dan kopi Flores-Bajawa untuk menyasar pasar Eropa melalui Jerman. 

Khusus untuk kopi asal Jawa Tengah, Kopi Boyolali, pengiriman ini merupakan ekspor perdana ke pasar Jerman. "Di tengah pandemi Covid-19 yang telah membawa efek buruk terhadap ekonomi, Kementerian Luar Negeri terus mendukung seluruh mitra kopi Indonesia untuk mengakses pasar-pasar baru," ujar Wamenlu Mahendra dalam rilis Kementerian Luar Negeri RI, Kamis.

Ekspor perdana ini merupakan hasil sinergi yang baik antara Kementerian dan Lembaga dengan UKM, koperasi, dan eksportir. Mahendra mengharapkan kegiatan ini dapat membuka jalan yang lebih luas untuk memasarkan kopi Indonesia ke pasar Jerman, Eropa, dan belahan dunia lainnya.

Melalui program Diplomasi Kopi yang telah dicetuskan oleh Kementerian Luar Negeri sejak 2020, Kemenlu dan Perwakilan RI akan terus membangun kolaborasi bersama penggiat kopi untuk Go Global dan menembus pasar kopi dunia. Diplomasi Kopi merupakan salah satu upaya Kemenlu untuk memperkuat industri kopi nasional.

Rangkaian kegiatan Diplomasi Kopi Kemenlu diharapkan dapat memberikan kontribusi konkret dan berkelanjutan. Ini tidak lain dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan petani kopi Indonesia. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement