Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Top 5 News: Sekuler Attaturk, Kudeta Demokrat, dan Vaksinasi

Jumat 05 Mar 2021 08:57 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Mustafa Kemal Ataturk

Mustafa Kemal Ataturk

Foto: tangkapan layar
Jangan sembarangan membagikan sertifikat vaksin Covid-19 yang berisi kode QR.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rabu, 3 Maret 2021 menjadi tahun ke 97 keruntuhan Kesultanan Utsmani. Kemal Attaturk yang menjadi aktor di balik keruntuhan kesultanan Islam terakhir itu terus dibicarakan dunia. Termasuk transformasi sekuler yang dibawa keluarga Attaturk hingga mengubah Turki yang menanggalkan agama dari segala sendi kehidupan.

Satu tulisan terkait Attaturk menjadi peringkat pertama dalam jajaran top 5 news Republika.co.id, Kamis (4/5). Selain itu ada juga kabar dari vaksinasi Covid-19 dan gonjang-ganjing Partai Demokrat.

1. Transformasi Sekuler Istri Mustafa Kemal Attaturk

Januari lalu, Dündar Abdülkerim Osmanoğlu, pewaris terakhir takhta Kesultanan Utsmaniyah dilaporkan wafat di usianya yang ke 90 tahun di Damaskus, Suriah. Ia adalah cucu Pangeran Mehmet Selim Efendi sekaligus cicit Sultan Abdül Hamid II. Seperti tercatat dalam sejarah, Sultan Abdül Hamid II adalah sosok yang begitu keras menghalangi zionisme menyentuh tanah Palestine, meski hanya sejengkal.

Dündar Abdülkerim Osmanoğlu dimakamkan di Damaskus, di tengah kecamuk perang yang tengah melanda negeri itu. Seumur hidup ia tak pernah menatap langit biru Istanbul. Melihat sekawanan camar yang terbang rendah di selat Bhosporus.

Mustafa Kemal Ataturk

Begitulah garis nasib keturunan Sultan Muhammad Al Fatih. Semenjak runtuhnya Daulah Utsmani, mereka dipaksa angkat kaki dari negeri yang dibebaskan leluhurnya dengan darah dan air mata ke tanah pengasingan.

Sekalipun di tahun 1952 keturunan perempuan Daulah Utsmani telah diberikan amnesti untuk kembali dan diikuti keturunan laki-laki di tahun 1974, namun banyak yang memilih tak menggunakannya. 

Baca juga : Swiss Adakan Referendum Islamofobia tentang Pelarangan Cadar

Barangkali masih ada trauma. Barangkali masih terluka. Tersebab intimidasi Mustafa Kemal dan antek-anteknya. 

Pada masa itu segala hal yang berbau Utsmani diberangus. Segala hal tentang Islam harus ditanggalkan. Diganti dengan ideologi sekuler di setiap lini kehidupan.

Mustafa Kemal menyontohkan langsung bagaimana melakukannya melalui kehidupan pribadinya. Ia dikenal sebagai pria flamboyan yang suka bergonta-ganti pasangan, penikmat kehidupan malam, dan perilaku hedon lainnya.

Baca berita selengkapnya di sini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA