Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Hati-Hati, Minum Kopi Berlebihan Bisa Bahayakan Jantung

Kamis 04 Mar 2021 21:32 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Qommarria Rostanti

Kopi (ilustrasi).

Kopi (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Hindari minum kopi lebih dari enam cangkir per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berdasarkan penelitian baru, konsumsi kopi berlebihan dapat mengganggu kesehatan jantung. Dalam studi genetik yang diklaim pertama di dunia ini, para peneliti dari Australian Centre for Precision Health di University of South Australia menemukan, konsumsi kopi dalam jangka panjang dan berlebih, misalnya enam cangkir atau lebih sehari, dapat meningkatkan jumlah lipid (lemak) dalam darah.

Peningkatan lipid secara signifikan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular (CVD). Yang terpenting, korelasi itu bersifat posistif dan bergantung pada dosis. Artinya, semakin banyak kopi yang diminum, maka semakin besar risiko CVD.

Bisa jadi, laporan itu menjadi berita buruk bagi pencinta kopi. Namun menurut peneliti UniSA, Profesor Elina Hypponen, fakta itu harus diterima jika ingin menjaga kesehatan jantung.

"Memang ada banyak debat ilmiah tentang pro dan kontra kopi. Penting untuk memahami sepenuhnya bagaimana salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia dapat memengaruhi kesehatan Anda," kata Profesor Hypponen dilansir di India.com, Kamis (4/3).

Dalam studi itu, Hypponen mengatakan, tim peneliti melihat hubungan genetik dan fenotipik antara asupan kopi dan profil lipid plasma (kolesterol dan lemak dalam darah). Tim menemukan bukti kausal bahwa kebiasaan konsumsi kopi berkontribusi pada profil lipid yang merugikan, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Kadar lemak darah yang tinggi adalah faktor risiko penyakit jantung. "Yang menarik, karena biji kopi mengandung senyawa peningkat kolesterol sangat kuat (kafestol), sangat berharga untuk menelitinya bersama-sama," ujar Hypponen.

Kafestol ada dalam minuman, seperti kopi Turki dan Yunani, serta espreso, yang merupakan basis sebagian besar kopi buatan barista, termasuk latte dan kapucino. Hypponen mengatakan implikasi dari studi itu berpotensi menjangkau khalayak luas. Menurut dia, sangat penting bagi orang-orang dengan kolesterol tinggi atau yang khawatir terkena penyakit jantung agar berhati-hati dalam memilih jenis kopi yang diminumnya.

"Yang penting, hubungan kopi-lipid bergantung pada dosis, semakin banyak Anda minum kopi tanpa filter, semakin meningkatkan lipid darah, menempatkan Anda pada risiko penyakit jantung yang lebih besar," kata Hypponen.

Secara global, sekitar tiga miliar cangkir kopi diperkirakan dikonsumsi setiap hari. Penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian nomor satu secara global, merenggut sekitar 17,9 juta nyawa setiap tahun.

Studi itu menggunakan data dari 362.571 peserta Biobank Inggris, berusia 37-73 tahun, menggunakan triangulasi pendekatan fenotipik dan genetik untuk melakukan analisis komprehensif. Hypponen menyarankan agar berhati-hati terhadap kebiasaan asupan berlebihan, terutama ketika berhubungan dengan stimulan seperti kopi.

"Riset kami menunjukkan, kopi berlebih jelas tidak baik untuk kesehatan jantung, yang tentunya berimplikasi pada mereka yang sudah berisiko," ujar Hypponen.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA