Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

AS Berdayakan Diplomat untuk Kurangi Ancaman Korut

Jumat 05 Mar 2021 00:37 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

 Presiden Joe Biden.

Presiden Joe Biden.

Foto: AP/Evan Vucci
Menlu AS telah menetapkan delapan prioritas kebijakan luar negeri utama.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan akan memberdayakan para diplomatnya untuk mengurangi ancaman yang ditimbulkan oleh Korea Utara (Korut). Hal ini diumumkan saat membahas mengenai pedoman strategis keamanan nasional yang diterbitkan pada Rabu (3/2).

“Kami akan memberdayakan para diplomat untuk bekerja mengurangi ancaman yang ditimbulkan oleh program nuklir dan rudal Korut yang berkembang, berdiri bahu-membahu dengan Korea Selatan (Korsel) dan Jepang," ujar Biden dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Gedung Putih.dilansir Yonhap News Agency, Kamis (4/2).

Pedoman tersebut menggemakan janji Biden untuk menempatkan diplomasi. Keputusan ini datang beberapa saat setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menetapkan delapan prioritas kebijakan luar negeri utama.

Prioritas tersebut mencakup sejumlah masalah, diantaranya pandemi virus corona jenis baru (COVID-19), perubahan iklim, dan agresi China. Namun, di sini tidak secara langsung disebutkan terkait ancaman yang ditimbulkan oleh Korut.

“Hari ini, saya mengeluarkan panduan sementara ini untuk menyampaikan visi saya tentang bagaimana Amerika akan terlibat dengan dunia. Saya mengarahkan departemen dan lembaga untuk menyelaraskan tindakan mereka dengan panduan ini, bahkan saat kita mulai mengerjakan Strategi Keamanan Nasional," jelas Biden.

Biden mengatakan Korut bersama dengan China, Rusia, dan Iran terus menimbulkan ancaman bagi AS dan sekutu. Ia menyebut bahwa Iran dan Korut adalah diantara negara yang terus mengejar kemampuan dan teknologi, sekaligus mengancam stabilitet regional.

Untuk menghadapi ancaman semacam itu, Biden mengatakan AS akan menghidupkan dan memodernisasi aliansi serta kemitraan dengan negara-negara seperti Korsel. Ia menegaskan bahwa Amerika akan bekerja dengan sekutu untuk berbagi tanggung jawab secara adil, sambil mendorong mereka untuk berinvestasi dalam komparatif dan keuntungan terhadap ancaman bersama saat ini dan masa depan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA