Kamis 04 Mar 2021 19:16 WIB

Menata Arus Distribusi Kendaraan Jakarta-Cikampek

Tol layang Jakarta-Cikampek mempengaruhi peningkatan kecepatan rata-rata kendaraan.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Sejumlah kendaraan melintas di tol Jakarta-Cikampek layang (elevated), Bekasi, Jawa Barat, Jumat (1/1). Tol layang Jakarta-Cikampek mempengaruhi peningkatan kecepatan rata-rata kendaraan.
Foto: ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Sejumlah kendaraan melintas di tol Jakarta-Cikampek layang (elevated), Bekasi, Jawa Barat, Jumat (1/1). Tol layang Jakarta-Cikampek mempengaruhi peningkatan kecepatan rata-rata kendaraan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak 15 Desember 2019, Tol Jakarta-Cikampek resmi mendapat energi baru untuk menopang kepadatan lalu lintas di sepanjang Cawang hingga Cikampek itu. Untuk menata arus distribusi kendaraan di tol sepanjang 73 kilometer tersebut, PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek melakukan inovasi dengan membangun Tol Layang Jakarta-Cikampek sepanjang 36,84 kilometer.

Tol layang terpanjang sekaligus tol bertingkat pertama itu sengaja dibangun untuk memisahkan jalur Jakarta-Bekasi-Cikarang dengan perjalanan jarak jauh tujuan Cirebon, Bandung, Semarang, dan Surabaya. “Pendistribusian kendaraan menjadi rata dengan pemisahan perjalanan jarak jauh dan jarak dekat," kata Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek Vera Kirana kepada Republika.co.id, Kamis (4/3).

Baca Juga

Sejak resmi dibuka pada 15 Januari 2019, Jasa Marga belum menerapkan tarif kepada pengguna Tol Layang Jakarta-Cikampek. Tarif tol layang tersebut baru diberlakukan pada 17 Januari 2021 yang diterapkan secara terintegrasi dengan tol eksisting Jakarta-Cikampek.

Vera mengakui, semenjak Tol Jakarta-Cikampek mendapatkan penopang baru dari tol layangnya, ternyata mempengaruhi peningkatan kecepatan rata-rata kendaraan. "Peningkatan kecepatan rata-rata ini dirasakan oleh seluruh pengguna jalan, baik jarak jauh maupun jarak pendek pada kedua ruas tol tersebut," jelas Vera.

Setelah kendaraan jarak pendek dan jauh didistribusikan secara merata dengan adanya Tol Layang Jakarta-Cikampek, Vera menuturkan, secara keseluruhan untuk ruas tol Jakarta-Cikampek dalam kondisi lancar. Dia mengatakan, hal tersebut terlihat dari data penurunan V/C ratio untuk Tol Jakarta-Cikampek eksisting.

“Salah satunya yang tertinggi yaitu di segmen Cikarang Timur-Karawang Barat yang semula V/C rasio 1,07 turun menjadi 0,63 (arah Cikampek) dan 1,10 turun menjadi 0,63 (arah Jakarta),” jelas Vera.

Tidak hanya itu, Vera menyebutkan, saat ini terjadi penurunan signifikan untuk rata-rata V/C ratio di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Semula, kata Vera, rata-rata V/C ratio di Jalan Tol Jakarta-Cikampek 0,80 dan saat ini sudah turun menjadi 0,56 (arah Cikampek) dan semula 0,81 menjadi 0,54 (arah Jakarta).

Dengan adanya penurunan V/C ratio tersebut, Vera mengungkapkan, Jasa Marga mencatat peningkatan kecepatan rata-rata dari 41,96 kilometer perjam menjadi 57,46 kilometer perjam untuk arah Cikampek. "Ini berarti ada peningkatan kecepatan kendaraan 36,94 persen," ujar Vera.

Sedangkan untuk arah Jakarta, Vera menuturkan kecepatan meningkat dari 45 kilometer perjam menjadi 57 kilometer perjam. Angka tersebut juga menunjukkan peningkatan kecepatan kendaraan hingga 26,8 persen dari Cikampek menuju Jakarta.

Selain itu, Vera mengatakan, dari segi percepatan waktu tempuh kendaraan juga mengalami peningkatan. "Dari Cikampek menuju Jakarta yang biasanya memakan waktu 77 menit menjadi 60 menit. Sedangkan, dari Jakarta menuju Cikampek yang biasanya memakan waktu 82 menit bahkan lebih, kini dapat ditempuh dalam 61 menit," ungkap Vera.

Pada akhirnya, baik tol layang dan eksisting Jakarta-Cikampek dapat memberikan perjalanan yang lebih efektif dan efisien. Vera menuturkan, manfaat yang diterima pengguna jalan jarak dekat adalah distribusi lalu lintas lebih merata.

"Integrasi ini bisa menjadi solusi untuk mengurai kepadatan kendaraan, sehingga dapat mengembalikan manfaat Jalan Tol Jakarta Cikampek yang lebih efisien bagi penggunanya,” ungkap Vera.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement