Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Bagaimana Jika Vaksinasi Kedua Covid-19 Terlambat?

Kamis 04 Mar 2021 18:41 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Gita Amanda

Jika darurat penundaan dosis kedua bisa dilakukan hingga batas enam minggu.

Jika darurat penundaan dosis kedua bisa dilakukan hingga batas enam minggu.

Foto: REPUBLIKA
Jika darurat penundaan dosis kedua bisa dilakukan hingga batas enam minggu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Negara-negara di berbagai belahan dunia kini sudah memulai vaksinasi Covid-19. Namun, berbagai faktor seperti tingginya permintaan pasokan, dapat memungkinkan vaksinasi kedua tertunda.

Dilansir di ABC10, Kamis (4/3), pakar kesehatan AS Dr. Payal Kohli menjelaskan berapa lama seseorang dapat bertahan tanpa imun booster mereka. Dr. Kohli menjelaskan, jadwal yang disarankan jika seseorang menerima vaksin Pfizer adalah mendapatkan suntikan kedua sekitar tiga minggu kemudian. Sedangkan jadwal waktu yang disarankan untuk suntikan kedua Moderna adalah sekitar empat minggu kemudian.

"Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan bahwa meskipun tidak disarankan untuk menunda dosis kedua dengan sengaja, jika Anda dalam keadaan darurat, Anda dapat menunda dosis kedua hingga enam minggu." ujar Dr. Kohli.

Menurut Dr. Kohli, jika seseorang melewatkan suntikan kedua hingga beberapa bulan, maka disarankan untuk mulai bertanya pada diri sendiri apakah perlu memulai dari awal. Karena tujuan dari suntikan kedua adalah untuk meningkatkan kedalaman dan durasi respons antibodi.

Dalam jangka waktu sejak penguat pertama itu, sistem kekebalan kita masih mengingat virus itu dan cara menyerangnya. Jadi suntikan kedua dapat meningkatkan respons itu.

"Jika 6 atau 8 bulan telah berlalu dari suntikan pertama ke kedua, sangat masuk akal bahwa antibodi Anda telah berkurang dan Anda harus memulai dari awal." jelasnya.

Mengenai jenis vaksin yang berbeda antara dosis pertama dan kedua, Dr. Kohli menilai bahwa belum terbukti bahwa hal itu adalah kombinasi yang tepat.

"Ini adalah sesuatu yang sedang diteliti sekarang, untuk mencampur produsen dan jenis vaksin yang berbeda." katanya.

Dr. Kohli mengingatkan agar tidak panik apabila terlambat dari jadwal vaksinasi kedua. Jika hanya terlambat seminggu atau dia minggu, ia menilai hal itu tidak akan membuat banyak perbedaan.

Menurutnya saat ini para peneliti masih mengumpulkan data mengenai hal tersebut. "Jika memungkinkan upayakan untuk mendapatkannya (vaksinasi kedua) dalam jangka waktu tersebut, tetapi jangan panik jika ada masalah produksi yang menghalangi Anda untuk mendapatkannya." katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA