Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Dituduh Berkhianat, Marzuki Alie Lapor Polisi

Kamis 04 Mar 2021 11:37 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Indira Rezkisari

Marzuki Alie (tengah).

Marzuki Alie (tengah).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Marzuki Alie keberatan atas tuduhan dari Demokrat kepadanya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Marzuki Alie, bakal melaporkan pengurus Partai Demokrat ke Bareskrim Polri pada Kamis (4/3) siang ini. Marzuki mengutus Rusdiansyah sebagai kuasa hukum guna menyampaikan laporan tersebut.

"Hari ini mau masukkan laporan. Kami sudah di jalan menuju Bareskrim sekarang di Diponegoro," kata Rusdiansyah pada Republika, Kamis (4/3).

Sayangnya, Rusdiansyah belum bersedia menyebut nama-nama petinggi Demokrat yang dilaporkan. Rusdiansyah hanya menjabarkan poin-poin yang jadi alasan pelaporan tersebut. Marzuki Alie keberatan atas segala tuduhan yang dialamatkan DPP Demokrat kepadanya.

"Terkait tiga hal yang dilaporkan yaitu tuduhan kudeta, tuduhan pengkhianat dan dituduh dipecat dengan tidak hormat," ujar Rusdiansyah.

Diketahui, Partai Demokrat resmi memecat tujuh kadernya yang diduga terlibat dalam gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai. Dua di antaranya  adalah mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie dan anggota DPR Fraksi Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun.

"Partai Demokrat memutuskan untuk memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai anggota Partai Demokrat terhadap nama-nama berikut, Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya," ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis Demokrat Herzaky Mahendra Putra lewat keterangan resminya, Jumat (26/2).

Marzuki dipecat karena dinilai melanggar etika. Ia dinilai terbukti bersalah ketika pernyataannya di media, yang seakan menunjukkan adanya permusuhan di internal Partai Demokrat. "Sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai anggota Partai Demokrat kepada Marzuki Alie karena terbukti melakukan pelanggaran etika Partai Demokrat," ujar Herzaky.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA