Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

PPP Dukung Rencana Pemprov DKI Jual Saham Bir

Rabu 03 Mar 2021 22:10 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bayu Hermawan

Sekretaris Fraksi PPP DPR Achmad Baidowi.

Sekretaris Fraksi PPP DPR Achmad Baidowi.

Foto: Antara
Politikus PPP menyoroti dampak negatif dari minuman beralkohol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menanggapi soal rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melepas saham kepemilikan pada perusahaan bir PT Delta Djakarta. Ia pun mendukung langkah tersebut.

"Misalkan di DKI itu Pemda DKI punya saham di Anker Bir itu harus gimana? Dijual aja itu. Sahamnya di Anker Bir itu, ya kebetulan gubernurnya kalau enggak salah jadi komisaris itu, Anies Baswedan itu," kata Baidowi dalam diskusi daring, Rabu (3/3).

Dirinya menyoroti dampak negatif yang diakibatkan minuman beralkohol, salah satunya tingginya angka kriminialitas akibat pengaruh alkohol. Oleh karena itu, ia meminta agar produksi minuman beralkohol tak ditambah lagi.

Baca Juga

"Kalau produksi minolnya semakin banyak, di Indoensia maka penyakit stroke jantung diabetes, liver, kecelakaan, itu akan bertambah banyak. Tentu juga kanker, bukan hanya kanker penyakit, tapi kantong kering gara-gara dibelikan miras uangnya habis. Itu dampak ekonomi yang paling nyata," ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak masalah dengan konsekuensi Pemprov DKI Jakarta tidak akan lagi menerima dividen dari perusahaan bir jika ingin menjual saham di PT Delta. Anies mengatakan, keputusan tersebut telah diputuskan secara bulat oleh Pemprov DKI Jakarta.

Hanya saja, ia mengakui, dewan belum memberi persetujuan. "Tahun depan mudah-mudahan sudah nggak ada lagi (dividen Delta Jakarta di APBD DKI Jakarta)," ujar Anies, di Jakarta, 16 Agustus 2019. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA