Ronald Koeman: Kasus Barcagate Coreng Reputasi Barcelona

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Barcelona Ronald Koeman.
Pelatih Barcelona Ronald Koeman. | Foto: EFEEPA-EFE/Alejandro Garcia

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Juru taktik Barcelona, Ronald Koeman, akhirnya angkat bicara terkait kasus hukum yang membelit sejumlah mantan petinggi Barcelona, termasuk mantan presiden klub, Josep Maria Bartomeu, dalam skandal yang kerap disebut Barcagate oleh sebagian besar media asal Spanyol. Koeman pun mengaku kecewa dengan penangkapan sejumlah mantan petinggi klub tersebut.

Bartemou, yang mundur sebagai presiden Barcelona pada Oktober 2020, menjadi satu dari empat mantan petinggi Barcelona yang ditahan pihak kepolisian Spanyol pada Senin (1/3) waktu setempat.

Selain Bartemou, polisi juga menangkap mantan direktur olahraga, Oscar Grau, dan eks direktur legal Barcelona, Roman Gomez Ponti. Mereka diduga kuat terlibat dalam kasus Barcagate, yang berpangkal pada kesepakatan Barcelona dengan pihak ketiga untuk menyebarkan kampanye buruk terhadap pihak-pihak yang berseberangan, termasuk para penggawa senior di Barcelona.

Kesepakatan ini dilakukan jajaran direksi Blaugrana pada 2020 lalu. Dalam kasus ini, para petinggi Barcelona itu dinilai melakukan korupsi, maladministrasi, dan penyalahgunaan wewenang. Pun dengan dugaan upaya memperkaya diri sendiri dalam kesepakatan tersebut.

Koeman menyebut, penangkapan para mantan petinggi Barcelona dan adanya investigasi pihak kepolisian terkait kasus Barcagate itu telah mencoreng citra Barcelona sebagai salah satu klub besar di Eropa. ''Hal ini tentu tidak bagus untuk citra dari klub ini,'' ujar Koeman seperti dilansir BBC, Rabu (3/3).

Eks pelatih Valencia itu pun mengaku terkejut saat pertama kali mendengar penangkapan tersebut. Pasalnya, pelatih yang dipercaya menggantikan Quique Setien di kursi pelatih Barcelona pada Agustus 2020 itu menilai, Bartemou dan Grau merupakan sosok yang cukup baik, kendati baru mengenalnya dalam beberapa bulan terakhir.

Koeman juga menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kasus tersebut kepada pihak kepolisian Spanyol. Tidak hanya itu, Koeman menegaskan akan berupaya keras agar kasus itu tidak mengganggu konsentrasi anak-anak asuhnya di atas lapangan.

Lionel Messi dan kawan-kawan dijadwalkan bakal menghadapi Sevilla dalam laga leg kedua babak semifinal Copa del Rey, Kamis (4/3) dini hari WIB. Di leg pertama, Barcelona kalah 0-2 dari tim asal Andalusia tersebut.

''Saya merasa hancur dan terkejut begitu pertama kali mendengar penangkapan itu, karena saya mengenal baik Bartomeu dan Grau. Saya memiliki kenangan yang indah dengan mereka, meskipun baru mengenalnya. Bartemou juga pribadi yang luar biasa menurut saya. Kami akan menunggu hasil investigasi. Saat ini, kami akan fokus pada pekerjaan kami dan berupaya lolos ke partai final Copa del Rey,'' ujar mantan pelatih timnas Belanda tersebut.

Selain dinilai mengganggu konsentrasi para penggawa Barcelona di laga leg kedua Copa del Rey, kabar penangkapan ini juga dinilai sedikit mengganggu rencana pemilihan presiden Barcelona. Proses pemungutan suara dalam memilih pengganti Bartemou itu rencananya akan digelar pada Ahad (7/3) malam.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Jelang Vs Real Madrid, Suarez: Itu Selalu Jadi Laga Spesial

Guardiola Nilai Penangkapan Bartomeu Timbulkan Ketidaknyaman

Karim Benzema dan Sergio Ramos Sudah Kembali Berlatih

Laporta: Jika Saya tak Jadi Presiden Barcelona, Messi Pergi

Ivan Rakitic Percaya Diri Sevilla akan Singkirkan Barcelona

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image