Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Laporan AS Sebut Ethiopia Lakukan Pembersihan Etnis Tigray

Rabu 03 Mar 2021 15:14 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

 Orang-orang Tigray yang melarikan diri dari konflik di wilayah Tigray Ethiopia, tiba dengan bus di kamp pengungsi Umm Rakouba di Qadarif, Sudan timur, Kamis, 26 November 2020. Perdana menteri Ethiopia mengatakan Kamis bahwa tentara telah diperintahkan untuk bergerak di Tigray yang diperangi ibu kota regional setelah ultimatum 72 jamnya berakhir agar para pemimpin Tigray menyerah, dan dia memperingatkan setengah juta penduduk kota untuk tetap di dalam rumah dan melucuti senjata.

Orang-orang Tigray yang melarikan diri dari konflik di wilayah Tigray Ethiopia, tiba dengan bus di kamp pengungsi Umm Rakouba di Qadarif, Sudan timur, Kamis, 26 November 2020. Perdana menteri Ethiopia mengatakan Kamis bahwa tentara telah diperintahkan untuk bergerak di Tigray yang diperangi ibu kota regional setelah ultimatum 72 jamnya berakhir agar para pemimpin Tigray menyerah, dan dia memperingatkan setengah juta penduduk kota untuk tetap di dalam rumah dan melucuti senjata.

Foto: AP/Nariman El-Mofty
Pasukan Eritrea yang bertempur di Tigray secara sistematis membunuh ratusan sipil

REPUBLIKA.CO.ID, ADIS ABABA -- Menurut laporan rahasia pemerintah Amerika Serikat (AS), pejabat Ethiopia dan kelompok milisi sedang melakukan operasi pembersihan etnis sistematis di negara bagian Tigray. Laporan tersebut diperoleh pertama kali oleh New York Times.

Laporan itu mencoba mendokumentasikan tanah dan rumah yang dijarah dan desa-desa terlantar dengan puluhan ribu orang hilang. Para pejabat dan milisi dari negara bagian tetangga Amhara memasuki Tigray untuk mendukung Perdana Menteri Abiy Ahmed.

"Mereka dengan sengaja dan efisien menjadikan Tigray Barat homogen secara etnis melalui penggunaan kekerasan dan intimidasi yang terorganisir. Seluruh desa rusak parah atau terhapus seluruhnya," kata laporan itu dikutip dari middleeastmonitor.

Baca Juga

Amnesty International mengatakan dalam sebuah laporan 26 Februari, bahwa pasukan Eritrea yang bertempur di Tigray secara sistematis telah membunuh ratusan warga sipil tak bersenjata di kota utara Axum pada 28-29 November 2020. Pasukan melepaskan tembakan di jalan-jalan dan melakukan penggerebekan dari rumah ke rumah dalam pembantaian yang mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA