Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Pakar Nutrisi Larang Diet Ekstrem di Tengah Pandemi

Rabu 03 Mar 2021 14:25 WIB

Red: Nora Azizah

Diet ekstrem akan menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan pada tubuh.

Diet ekstrem akan menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan pada tubuh.

Foto: Flickr
Diet ekstrem akan menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan pada tubuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Indonesia Sport Nutrisionis Association (ISNA) Dr Rita Ramayulis, DCN, MKes, mengatakan, melakukan diet ekstrem saat pandemi tidak disarankan. Pasalnya, akan menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan pada tubuh.

"Diet saat pandemi dibolehkan, hanya saja jangan ekstrem. Dietlah dengan mengatur makanan yang mengatur sistem imunitas tubuh (dengan baik)," kata Rita, Rabu (3/3).

Rita memaparkan, melakukan diet ekstrem atau ketat dapat mengganggu keseimbangan asam basa, metabolisme tubuh, hingga malnutrisi. Kerusakan metabolik itu akan terjadi proses peradangan dalam tubuh, dan dapat melemahkan imunitas.

Baca Juga

Diet ekstrem mungkin dapat memangkas beberapa kilogram dari berat badan. Namun metabolisme juga bisa terpengaruh.

"Melakukan diet ekstrem tidak disarankan, karena bisa jadi yang berkurang adalah air, massa otot dan massa tulang. Pada saat proses penurunan berat badan, yang seharusnya hilang adalah lemak," kata dia.

Rita kemudian membagikan sejumlah hal yang perlu diperhatikan bagi mereka yang ingin melakukan diet sehat selama pandemi. 

Pertama adalah defisit energi atau defisit kalori untuk menurunkan berat badan. Kalori dalam makanan menyediakan energi dalam bentuk panas, sehingga tubuh dapat berfungsi dengan baik, bahkan ketika tubuh sedang beristirahat sekali pun.

"Selanjutnya adalah meningkatkan asupan tinggi protein rendah lemak, dan zat gizi seimbang. Lalu, asupi tubuh dengan makanan yang mengandung zinc, vitamin C, vitamin E, beta karoten, dan zat besi," kata Rita.

Kelima zat yang disebutkan di atas merupakan zat yang memiliki sifat antioksidan yang diperlukan tubuh untuk melawan efek dari paparan radikal bebas. Radikal bebas dapat merusak susunan DNA sel, meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh, menyebabkan peradangan, dan melemahkan daya tahan tubuh.

Sementara, untuk hal yang harus dihindari, yang pertama adalah makanan atau minuman yang terlalu manis. Makanan tinggi gula mengakibatkan ketidakseimbangan nutrisi karena Anda akan lebih banyak memilih makanan yang tinggi glukosa dibandingkan makanan yang mengandung vitamin, mineral, protein dan serat. Selain itu, mengonsumsi gula berlebih juga dapat menekan sistem imunitas.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA