Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Ojek Daring Juga Jadi Sasaran Vaksinasi Covid-19

Rabu 03 Mar 2021 11:48 WIB

Rep: RR Laeny Sulistyawati/ Red: Bilal Ramadhan

Jaket ojek online. Ilustrasi

Jaket ojek online. Ilustrasi

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ojek daring masuk dalam kategori transportasi publik sasaran vaksinasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah telah memulai vaksinasi Covid-19 untuk 17.857.157 petugas pelayanan publik sejak 17 Februari 2021 lalu. Sopir angkutan ojek dalam jaringan (daring) juga masuk dalam kategori transportasi publik yang jadi sasaran untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 198.936 petugas pelayanan publik telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 yang pertama hingga Senin (1/3) dan menargetkan bisa menyuntik seluruh petugas pelayanan publik hingga Mei 2021.

"Sudah jalan ya vaksinasi untuk petugas pelayanan publik. Sementara ojek online masuk dalam transportasi publik," kata Jubir Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi Republika, Selasa (2/3).

Kemudian, dia menambahkan, baru satu orang petugas pelayanan publik yang mendapatkan vaksinasi Covid-19 kedua. Nadia menyebutkan, cakupan vaksinasi untuk petugas pelayanan publik sebanyak 1,15 persen.

Nadia menegaskan, Kemenkes terus berupaya memberikan vaksinasi Covid-19 untuk 17.857.157 orang petugas pelayanan publik di Tanah Air. Nadia memperinci tenaga pendidik yaitu guru, dosen, tenaga pendidik sebanyak 5.057.582 orang.

Baca juga : Yusril Minta Jokowi tak Cuma Cabut Lampiran Investasi Miras

Kemudian pedagang pasar 4.014.232 orang, tokoh agama dan penyuluh agama sebanyak 66.831 orang, wakil rakyat yaitu anggota DPR, DPD, DPRD provinsi kabupaten/kota sebanyak 20.231 orang, pejabat negara seperti menteri, kepala lembaga, gubernur, bupati/ wali kota, hingga pejabat eselon 1 sebanyak 630 orang.

Kemudian, pegawai pemerintah yaitu aparatur sipil negara (ASN) pusat, ASN daerah, honorer sebanyak 2.778.246 orang, keamanan sebanyak 1.001.045 orang, pelayan publik seperti pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Kepala/perangkat desa sebanyak 3.670.069 orang, transportasi sebanyak 1.247.116 orang, atlet sebanyak 1.175 orang, dan wartawan 5 ribu orang.

Target vaksinasi untuk petugas pelayanan publik, dia menambahkan, diharapkan bisa berjalan bersamaan. "Diharapkan vaksinasi untuk petugas pelayanan publik selesai pada Mei 2021," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA