Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Puluhan Penghuni Panti Asuhan Ini Dipindah ke RS Lapangan

Selasa 02 Mar 2021 19:48 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Andi Nur Aminah

Deretan bilik pasien di RS Lapangan (ilustrasi)

Deretan bilik pasien di RS Lapangan (ilustrasi)

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Puluhan penghuni panti asuhan Yayasan Bhakti Luhur itu terpapar Covid 19

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Sekitar 21 penghuni Panti Asuhan Yayasan Bhakti Luhur dipindahkan ke RS Lapangan Idjen Boulevard, Kota Malang. Dari jumlah tersebut, lima dipindahkan ke RS Lapangan Senin (1/3) sedangkan lainnya pada hari berikutnya.

Kepala RS Lapangan Idjen Boulevard, Heri Sutanto mengatakan, hampir sebagian besar pasien dari Yayasan Bhakti Luhur memiliki gejala ringan. Namun ada pula yang memilih penyakit diabetes dan obesitas sehingga harus diobservasi di RS. "Dan ada yang berusia lanjut, di atas 60 tahun. Ada petugas dari yayasan juga," kata Heri saat dihubungi wartawan, Selasa (2/3).

Baca Juga

Heri memastikan, kapasitas RS Lapangan masih cukup untuk mengakomodasi penghuni Yayasan Bhakti Luhur. Saat ini, 30 persen dari total 306 tempat tidur di RS Lapangan telah terisi pasien bergejala ringan dan sedang. Dari 30 persen tersebut, setidaknya masih tersisa sekitar 200 tempat tidur. 

"Kalau skenario terburuk, mudah-mudahan tidak semuanya pindah, karena pasien ini memiliki kebutuhan khusus dan di RSL (RS Lapangan) itu tetap melakukan mandiri," ungkapnya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/446/2021, tes rapid antigen sudah bisa dijadikan acuan untuk penanganan pasien Covid-19. RS Lapangan menggunakan acuan tersebut sehingga para penghuni Yayasan Bhakti Luhur dipastikan masuk kategori pasien positif Covid-19. 

Selanjutnya, tenaga medis akan mengobservasi para pasien dari Yayasan Bhakti Luhur selama 10 hari di RS Lapangan. Tidak ada tes usap (swab) atau rapid antigen ulang untuk memastikan kondisi kesehatan mereka. Jika sudah tidak ada gejala, maka mereka diperbolehkan untuk meninggalkan RS.

Sebelumnya, 170 dari 500 penghuni Panti Asuhan Yayasan Bhakti Luhur dilaporkan memperoleh hasil positif pada tes usap Antigen, beberapa waktu lalu. Panti yang berada di wilayah Sukun, Kota Malang ini menaungi sejumlah anak berkebutuhan khusus. 

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang, Husnul Mu'arif menyatakan, pemindahan penghuni Yayasan Bhakti Luhur ke RSL telah melalui sejumlah pertimbangan. Pertama, untuk mengurangi kapasitas di yayasan sehingga tidak menimbulkan kepadatan. Kemudian untuk mendapatkan pengawasan yang lebih baik karena beberapa di antaranya memiliki gejala yang berlanjut. "Yang ketiga, mereka bisa mandiri. Bisa mengurus dirinya sendiri," kata Husnul.

Total kasus positif Covid-19 di Kota Malang telah mencapai 6.032 orang, Senin (1/3). Dari jumlah tersebut, 538 orang meninggal dan 5.402 orang dinyatakan sembuh. Sementara untuk 92 orang lainnya masih dalam perawatan dan isolasi.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA