Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Marzuki Alie akan Gugat Demokrat ke Pengadilan

Selasa 02 Mar 2021 16:40 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Indira Rezkisari

Marzuki Alie

Marzuki Alie

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Marzuki Alie nilai Demokrat melanggar mekanisme partai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Marzuki Alie, akan melayangkan gugatan terhadap keputusan pemecatan dirinya secara tidak hormat oleh DPP Partai Demokrat. Rencananya, gugatan akan dilakukan besok, Rabu (3/3).

"Ke pengadilan negeri ranahnya, tapi itu diurus oleh pengacara," ujar Marzuki saat dihubungi, Selasa (2/3).

Meski begitu, ia belum menjawab terkait lokasi dan jadwal gugatan yang akan dilayangkannya kepada Partai Demokrat. Namun, ia menjelaskan bahwa partai berlambang bintang Mercy itu telah melakukan pemecatan tidak sesuai mekanisme.

"Ya partai kan tidak mengikuti mekanisme, mekanismenya tidak dilakukan mereka sudah langgar," ujar Marzuki.

Sebelumnya, Partai Demokrat resmi memecat tujuh kadernya yang diduga terlibat dalam gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai. Dua di antaranya  adalah mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie dan anggota DPR Fraksi Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun.

"Partai Demokrat memutuskan untuk memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai anggota Partai Demokrat terhadap nama-nama berikut, Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya," ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis Demokrat Herzaky Mahendra Putra lewat keterangan resminya, Jumat (26/2).

Marzuki dipecat karena dinilai melanggar etika. Ia dinilai terbukti bersalah ketika pernyataannya di media, yang seakan menunjukkan adanya permusuhan di internal Partai Demokrat.

"Sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai anggota Partai Demokrat kepada Marzuki Alie karena terbukti melakukan pelanggaran etika Partai Demokrat," ujar Herzaky.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA