Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Barisan Massa Demokrat Minta AHY Mundur dari Ketum

Selasa 02 Mar 2021 15:47 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Bayu Hermawan

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (ilustrasi)

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (ilustrasi)

Foto: Republika TV
BMD menilai AHY tidak memiliki kemampuan dalam memimpin Demokrat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Barisan Massa Demokrat (BMD), Supandi R Sugondo meminta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mundur dari jabatannya sebaga Ketua Umum Partai Demokrat. Sebagai salah satu organisasi sayap Partai Demokrat, menurutnya itu merupakan keinginan jajaran DPP dan pengurus BMD di Indonesia.

"Dengan ini saya sebagai ketua umum, jajaran DPP dan Kepengurusan BMD di daerah Seluruh Indonesia meminta dengan hormat Supaya Ketua Umum Partai Demokrat AHY Segera mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat," ujar Supandi di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (2/3).

Supandi menganggap AHY tidak memiliki kemampuan dalam memimpin Demokrat. Sehingha dikhawatirkan, partai berlambang bintang mercy ini justru mendekati kehancuran di bawah kepemimpinannya.

Baca Juga

"Kami melihat Partai Demokrat akan hancur kalau masih dipimpin AHY. Karena telah terjadi krisis kepemimpinan dan krisis kepercayaan serta ketidakmampuan AHY sebagai ketua umum Partai Demokrat," kata Supandi.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ikrar tersebut disampaikan langsung kepada AHY di Cikeas, Bogor, pada Selasa (23/2).

"Ikrar tersebut adalah para ketua DPD Demokrat se-Indonesia bertekad untuk melawan pelaku GPK PD, (gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat)," ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis Demokrat Herzaky Mahendra Putra.

Para ketua DPD Demokrat juga meminta pengurus pusat partai untuk melakukan pemecatan terhadap kader yang berkhianat. Pasalnya, mereka dinilai melanggar etika politik yang justru mencoreng nama partai.

"Ikrar para ketua DPD partai Demokrat se-Indonesia ini menggambarkan kesolidan partai Demokrat secara nyata dalam menyikapi GPK PD," ujar Herzaky.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA