Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Vaksin J&J Diperbolehkan untuk Usia 18 Tahun ke Atas

Selasa 02 Mar 2021 15:03 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Nora Azizah

CDC merekomendasikan vaksin J&J bagi usia 18 tahun ke atas.

CDC merekomendasikan vaksin J&J bagi usia 18 tahun ke atas.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
CDC merekomendasikan vaksin J&J bagi usia 18 tahun ke atas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Penasihat CDC memutuskan untuk merekomendasikan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson untuk orang berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat. Rekomendasi sementara disahkan dengan 12 dukungan, satu penolakan dan tidak ada oposisi. 

Rekomendasi tersebut ditandatangani Ahad malam oleh Direktur CDC Rochelle Walensky, yang menyebut kemungkinan pemberian dosis itu. FDA mengumumkan otorisasi darurat pada hari Sabtu lalu. 

"Otorisasi vaksin ini memperluas ketersediaan vaksin, metode pencegahan medis terbaik untuk Covid-19, untuk membantu kami dalam memerangi pandemi ini, yang telah merenggut lebih dari setengah juta nyawa di Amerika Serikat," ungkap Komisaris FDA, Janet Woodcock dalam sebuah pernyataan, dilansir dari abcnews, Selasa (2/3).

Baca Juga

Lampu hijau oleh regulator federal diperkirakan akan memicu pengiriman 3,9 juta dosis paling cepat Senin lalu. Sekitar 800 ribu di antaranya diharapkan langsung masuk ke apotek.

Angka-angka itu akan bertambah setiap pekan. Dan dengan pengiriman dari pembuat vaksin lain Pfizer dan Moderna. Peningkatan pasokan akan membuat negara itu memiliki cukup vaksin untuk mengimunisasi sekitar 130 juta orang pada akhir Maret.

Seperti pesaingnya Pfizer dan Moderna, vaksin Johnson & Johnson dianggap sangat efektif dalam mencegah penyakit serius. J&J menemukan, vaksinnya 85 persen efektif mencegah penyakit parah dan 100 persen efektif mencegah rawat inap.

"Kami percaya bahwa orang harus menggunakan vaksin yang dapat mereka akses," kata Woodcock. 

"Kami merasa semua vaksin ini memenuhi standar efektivitas kami. Mereka tidak dipelajari dalam uji coba langsung sehingga sangat sulit untuk membandingkannya sekarang karena perbedaan yang berbeda dalam program pengembangan," tambahnya.

Kabar baik lainnya, J&J telah diuji di negara-negara yang diketahui memiliki varian yang berpotensi lebih berbahaya, termasuk Brasil dan Afrika Selatan. Data menemukan vaksin bekerja melawan semua varian dalam mencegah penyakit parah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA