Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

NHTSA: Investigasi 1,9 juta Toyota RAV4 Potensi Terbakar

Selasa 02 Mar 2021 14:19 WIB

Rep: idealisa masyrafina/ Red: Hiru Muhammad

Toyota RAV4 yang dipasarkan di AS

Toyota RAV4 yang dipasarkan di AS

Foto: dok Toyota.com
Baterai 12 volt diidentifikasi sebagai sumber di sebagian besar insiden yang ditinjau

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON--Badan Keselamatan Jalan Raya AS (NHTSA) telah membuka penyelidikan terhadap hampir 1,9 juta kendaraan sport Toyota RAV4 atas potensi risiko kebakaran. Evaluasi awal terhadap kendaraan RAV4 2013-2018 dilakukan setelah 11 laporan kebakaran.

Badan tersebut mengatakan beberapa pengemudi mengalami kemacetan lalu lintas sebelum kebakaran di setengah dari kasus di mana kendaraan sedang bergerak.  Baterai 12 volt diidentifikasi sebagai sumber di sebagian besar insiden yang ditinjau.

"Toyota sadar bahwa NHTSA telah membuka penyelidikan ini dan kami bekerja sama dengan agensi tersebut," kata juru bicara Toyota, Ed Hellwig, dilansir di Reuters, Senin (1/3).

RAV4 adalah kendaraan terlaris Toyota di Amerika Serikat. NHTSA mengatakan  pemasangan baterai yang tidak tepat atau perbaikan tabrakan front-end sebelumnya merupakan faktor dalam laporan kebakaran.  

Tetapi badan tersebut mengatakan bahwa, terlepas dari pengaruh eksternal ini pada metode penahan baterai, jumlah kebakaran kendaraan yang dilaporkan dengan baterai sebagai daerah asal lebih besar daripada kendaraan sejenis lainnya.

Badan tersebut mengatakan penyelidikan telah dibuka untuk lebih memahami faktor penyebab dan frekuensi kebakaran kendaraan yang berasal dari wilayah baterai kendaraan subjek.

Satu laporan mengatakan bahwa RAV4 terbakar di Lyons, Colorado, setelah pemilik Toyota RAV4 hybrid 2017 mengemudi 50 mil per jam ketika lampu check-engine menyala dan kemudian asap putih muncul dari bawah kap mesin. 

 

sumber : reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA