Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Mesin Pendingin Rusak, Vaksin di Jepang Terbuang Percuma

Selasa 02 Mar 2021 09:30 WIB

Red: Friska Yolandha

Lebih dari 1.000 dosis vaksin virus corona terbuang percuma di Jepang setelah suhu lemari penyimpanan menyimpang dari kisaran yang dipersyaratkan.

Lebih dari 1.000 dosis vaksin virus corona terbuang percuma di Jepang setelah suhu lemari penyimpanan menyimpang dari kisaran yang dipersyaratkan.

Foto: Song Kyung-Seok / Pool via AP
Jepang memulai kampanye vaksinasi Covid-19 pada 17 Februari.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Lebih dari 1.000 dosis vaksin virus corona terbuang percuma di Jepang setelah suhu lemari penyimpanan menyimpang dari kisaran yang dipersyaratkan. Kementerian Kesehatan menyebutkan hal itu terjadi karena adanya kerusakan mesin pendingin.

Peristiwa itu merupakan kasus pertama vaksin Covid-19 terbuang di negara itu. Jepang menjadi anggota terakhir Kelompok Tujuh negara industri terkemuka (G7) yang memulai kampanye vaksinasi terhadap Covid-19, yakni pada 17 Februari.

Jepang sejauh ini telah menerima tiga pengiriman vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer Inc dan BioNTech, yang terdiri dari sekitar 1,4 juta dosis vaksin. Vaksin Covid-19 buatan Pfizer/BioNTech harus disimpan pada suhu sekitar minus 75 derajat Celcius.

Baca Juga

Sebuah institusi medis melaporkan bahwa kerusakan freezer telah terjadi selama akhir pekan. Kerusakan mesin pendingin itu menyebabkan 172 botol vaksin atau 1.032 dosis vaksin menjadi terbuang percuma, kata kementerian kesehatan Jepang.

Namun, pihak kementerian kesehatan Jepang menolak untuk mengidentifikasi nama institusi medis atau produsen freezer yang dipermasalahkan. Pemerintah mengatakan perusahaan pembuat freezer itu akan mulai mencari penyebab kerusakan.

Baca juga : Emas Antam Stagnan, Selisih Harga Buyback Semakin Jauh

Sebelumnya, Jepang menerima vaksin Covid-19 secara bertahap dan memulai vaksinasi untuk lansia. Pfizer, produsen vaksin Covid-19 satu-satunya yang telah mendapat izin di Jepang, tengah meningkatkan produksi di Eropa. Namun, penambahan pasokan tersebut tidak akan tiba di Jepang setidaknya hingga Mei mendatang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA