Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

China Sumbang 50 Ribu Vaksin Sinopharm ke Lebanon

Selasa 02 Mar 2021 09:17 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Vaksin virus Corona Sinopharm.

Vaksin virus Corona Sinopharm.

Foto: AP / Fareed Khan
Kasus dan kematian baru akibat Covid-19 terus meningkat di Lebanon.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- China menyumbangkan 50 ribu dosis vaksin Covid-19 Sinopharm untuk Lebanon. Bantuan itu diharapkan membantu Lebanon menangani wabah Covid-19.

"Atas permintaan Lebanon, Pemerintah China memutuskan menyumbangkan 50 ribu dosis vaksin Sinopharm yang tak aktif ke Lebanon untuk membantunya melawan epidem Covid-19," kata Duta Besar Cina untuk Lebanon Wang Kejian lewat akun Twitter pribadinya pada Senin (1/3).

Sistem kesehatan di Lebanon berada di ambang kehancuran akibat pandemi. Kasus dan kematian baru akibat Covid-19 terus meningkat tajam di sana. Gambaran nyaris kolapsnya sistem kesehatan di Lebanon dapat terlihat di ibu kota Beirut. Mereka kewalahan menangani pasien baru Covid-19 karena ruang gawat darurat sudah sesak dan tempat tidur perawatan intensif terisi penuh.

Di dalam lingkungan rumah sakit, para petugas atau staf medis harus berjibaku menangani pasien. Seorang dokter di salah satu rumah sakit di Beirut mengungkapkan sekitar 40 persen staf sakit atau diisolasi.

Pandemi memang telah memberi banyak tekanan kepada negara-negara di dunia. Namun hanya sedikit yang harus menghadapi situasi seperti Lebanon. “Ini pada dasarnya dari satu bencana ke bencana lainnya,” kata Charaf Abou Charaf, kepala sindikat dokter Lebanon pada Januari lalu, dikutip laman Al Arabiya.

Baca juga : Studi: Vaksinasi Awal untuk Lansia Selamatkan Banyak Nyawa

Menurut dia, situasi terkait sistem kesehatan Lebanon memang buruk. Sebanyak 11 dokter telah meninggal akibat pandemi, 25 dalam perawatan kritis, dan 300 lainnya diisolasi di seluruh Lebanon. Sejauh ini Lebanon telah mencatatkan lebih dari 375 ribu kasus Covid-19 dengan korban meninggal mencapai 4.692 jiwa.

sumber : Reutersjn
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA