Selasa 02 Mar 2021 05:35 WIB

Industri Pariwisata Menaruh Harapan Tinggi ke Program Vaksin

Kebijakan Covid Free Corridor untuk sejumlah daerah di Bali terus dirampungkan.

Pekerja pariwisata beraktivitas di destinasi wisata Waterbom Bali, Kuta, Badung, Bali, Kamis (25/2/2021). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan terus melakukan berbagai upaya promosi dan berharap program vaksinasi COVID-19 serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan dapat memulihkan kondisi sektor pariwisata yang terpuruk di Pulau Dewata.
Foto: ANTARA/Fikri Yusuf
Pekerja pariwisata beraktivitas di destinasi wisata Waterbom Bali, Kuta, Badung, Bali, Kamis (25/2/2021). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan terus melakukan berbagai upaya promosi dan berharap program vaksinasi COVID-19 serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan dapat memulihkan kondisi sektor pariwisata yang terpuruk di Pulau Dewata.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Saat ini semua sektor yang mendukung pariwisata, melakukan pembenahan diri. Seperti itulah kondisi yang tersirat dalam Dialog Produktif KPCPEN FMB9 dengan tema "Vaksinasi Datang Pariwisata Gemilang" yang digelar secara digital pada hari Senin, (1/3) siang.

Hadir dalam dialog tersebut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno, Gubernur Bali Wayan Koster dan Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Sandiaga kembali mengungkapkan harapannya agar pariwisata Indonesia pulih setelah dilaksanakan program vaksinasi nasional yang diselenggarakan pemerintah.

Sandi Uno, mengatakan pihaknya akan mewujudkan visi misi presiden terkait program pengembangan destinasi pariwisata, termasuk Bali dan Lima Destinasi Super Prioritas.

"Tentu tetap harus disiplin menerapkan 3M;  memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. 3T; testing, tracing dan treatment dan saya melihat khususnya di Bali dan beberapa sentra pariwisata dan sentra ekonomi kreatif bahwa konsensus analis bahwa tahun 2021 kita akan bangkit, kita akan rebound. Prediksi World Bank ekonomi kita positif 3,1 persen bahkan IMF perkirakan kita akan tumbuh 4,8 persen tahun ini dan 6 persen tahun 2022," kata Sandi.

photo
Dialog Produktif KPCPEN FMB9 dengan tema Vaksinasi Datang Pariwisata Gemilang yang digelar secara digita. - (Dok. Kem)

Menurut Sandi, yang harus dipastikan untuk mencapai target-target ekonomi yang menjanjikan itu, adalah bagaimana sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mampu bertahan dan bisa menangkap peluang untuk bangkit kembali.

Baca juga : Mengapa Biden tak Berani Sanksi Pangeran MBS?

Dalam kesempatan yang sama, dia berharap agar sektor pariwisata beserta seluruh sektor pendukungnya dapat berinovasi, beradaptasi dan berkolaborasi, seraya berjanji untuk mendorong adanya stimulus bagi para pelaku pariwisata di Bali.

"Bali diberikan prioritas mengenai vaksin di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata dia.

Selain itu, Sandi juga berjanji akan menyelesaikan kebijakan Covid Free Corridor untuk sejumlah daerah di Bali.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif itu akan berkoordinasi lintas instansi agar program Covid Free Corridor dapat segera diimplementasikan.

"Dan seandainya hasilnya positif, bisa kita lanjutkan dan tingkatkan dari segi jumlah," kata dia.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan kunjungan wisatawan ke Bali pada masa pandemi ini sudah turun lebih dari 50 persen per hari. Ini membuktikan bahwa pandemi menjadi pukulan keras bagi perekonomian Bali yang bergantung pada industri pariwisata beserta industri pendukung, termasuk industri kreatif.

"Bagaimana pandemi ini berakhir itu saja, pariwisata akan pulih sendiri kalau pandemi sudah selesai," kata dia.

Untuk itu Koster menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan infrastruktur, termasuk regulasi untuk program vaksinasi. "Yang jadi prioritas berikutnya adalah dua area yang akan dijadikan free covid corridor oleh Bapak Menteri Pariwisata yaitu kawasan Nusa Dua dan Kawasan Ubud. Kami sudah siapkan infrastruktur dan SOP sehingga begitu vaksin datang, kita tinggal melaksanakan," kata Koster.

Baca juga : Vaksinasi Covid-19 Turunkan Kematian Dokter? Ini Kata IDI

Koster juga mengatakan sudah setahun hotel-hotel kosong dan restoran sepi, sehingga perekonomian Bali alami kontraksi paling dalam, yaitu 12 persen. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement