Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Sumber Air Kendala Pemadaman Karhutla di Kotawaringin Barat

Senin 01 Mar 2021 22:45 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Luas lahan dilalap api di Kotawaringin Barat diperkirakan mencapai 60 hektare.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALAN BUN, KALTENG -- Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kilometer 12 Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah terkendala sumber air dan sulitnya akses ke lokasi kebakaran. Luas lahan dilalap api hingga Senin (1/3) diperkirakan mencapai puluhan hektare.

"Kendala yang ditemui di lapangan adalah sulitnya akses menuju titik yang terbakar dan ketersediaan sumber air," ujar Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah saat meninjau lokasi karhutla, Senin.

Untuk mencegah meluasnya lahan yang terbakar, rencananya tim penanganan karhutla akan membuat sekat bakar dan embung di sekitar lokasi.

"Tim penanganan bakal membangun akses ke sekitar titik yang terbakar. Membuat sekat agar api tidak semakin meluas dan embung agar tim penanganan bisa mencari sumber air untuk pemadaman, lantaran lokasi yang terbakar setiap tahun hampir di sekitar lokasi tersebut," jelas Nurhidayah.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemkab segera mengirim alat berat ke lokasi karhutla. "Ada dua alat berat yang diturunkan ke lokasi. Di mana titik yang akan dibangun embung dan sekat bakar tersebut, nantinya bakal ditentukan tim teknis," lanjut Nurhidayah.

Menurut dia, sejak kebakaran lahan terjadi pada Jumat (26/2) hingga Senin (1/3), luas lahan yang dilalap api diperkirakan telah mencapai 60 hektare. Dari hasil pemetaan, lahan itu diketahui milik dua kelompok tani. "Saat ini pihak terkait masih memeriksa apakah ada unsur kesengajaan atau tidak dari terjadinya karhutla di lokasi tersebut," tambahnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA