Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

In Picture: Vaksin Johnson and Johnson Cukup Satu Dosis, Apa Bedanya?

Senin 01 Mar 2021 15:47 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Vaksin Johnson & Johnson

Foto: Johnson & Johnson via AP
Vaksin Johnson & Johnson bisa disimpan di lemari es biasa di suhu antara 2-8 derajat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amerika Serikat sudah menyetujui penggunaan vaksin ketiga untuk menangani penularan virus COVID-19. Vaksin ketiga itu yaitu buatan Johnson and Johnson yang hanya butuh satu dosis.

Sejumlah pihak kini semakin optimistis jika usaha vaksinasi akan berjalan lebih cepat dari yang diperkirakan semula. Saat ini berbagai vaksin yang ada di seluruh dunia memerlukan dua dosis atau dua kali suntikan.

Vaksin Pfizer memerlukan dua dosis dengan perbedaan pemberian vaksin antara 21 hari. Sementara vaksin buatan Oxford-AstraZenece, yang baru disetujui penggunaannya di Australia tanggal 16 Februari lalu, memerlukan waktu yang lebih lama antara pemberian dosis pertama dan kedua.

Situs Departemen Kesehatan Australia menyebutkan dosis kedua baru bisa diberikan antara empat minggu sampai 12 minggu setelah dosis pertama disuntikkan.

Vaksin lain yang memerlukan dua dosis saat ini adalah Novavax. Vaksin ini sudah dipesan Pemerintah Australia juga sebanyak 51 juta dosis, juga vaksin Moderna, vaksin Rusia Sputnik, dan dua vaksin dari China Sinovac yang digunakan di Indonesia, dan Sinopharm.

Baca juga : 5 Hal Ini Perlu Diperhatikan Setelah Vaksinasi Covid-19

Sebenarnya bukan Johnson and Johnson saja yang berhasil mengembangkan vaksin dosis satu kali. Vaksin CanSino Biologics yang dikembangkan di China juga hanya memerlukan pemberian satu dosis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amerika Serikat sudah menyetujui penggunaan vaksin ketiga untuk menangani penularan virus COVID-19. Vaksin ketiga itu yaitu buatan Johnson and Johnson yang hanya butuh satu dosis.

Sejumlah pihak kini semakin optimistis jika usaha vaksinasi akan berjalan lebih cepat dari yang diperkirakan semula. Saat ini berbagai vaksin yang ada di seluruh dunia memerlukan dua dosis atau dua kali suntikan.

Vaksin Pfizer memerlukan dua dosis dengan perbedaan pemberian vaksin antara 21 hari. Sementara vaksin buatan Oxford-AstraZenece, yang baru disetujui penggunaannya di Australia tanggal 16 Februari lalu, memerlukan waktu yang lebih lama antara pemberian dosis pertama dan kedua.

Situs Departemen Kesehatan Australia menyebutkan dosis kedua baru bisa diberikan antara empat minggu sampai 12 minggu setelah dosis pertama disuntikkan.

Vaksin lain yang memerlukan dua dosis saat ini adalah Novavax. Vaksin ini sudah dipesan Pemerintah Australia juga sebanyak 51 juta dosis, juga vaksin Moderna, vaksin Rusia Sputnik, dan dua vaksin dari China Sinovac yang digunakan di Indonesia, dan Sinopharm.

Baca juga : 5 Hal Ini Perlu Diperhatikan Setelah Vaksinasi Covid-19

Sebenarnya bukan Johnson and Johnson saja yang berhasil mengembangkan vaksin dosis satu kali. Vaksin CanSino Biologics yang dikembangkan di China juga hanya memerlukan pemberian satu dosis.

Sumber : ABC
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES