Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Siklon Tropis Hindarkan Jawa Bagian Barat dari Hujan Ekstrem

Senin 01 Mar 2021 15:38 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

siklon tropis. ilustrasi

siklon tropis. ilustrasi

Foto: BMKG
Siklon tropis di bagian Samudra Hindia telah menggagalkan pembentukan awan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Siklon tropis di bagian Samudra Hindia telah menggagalkan pembentukan awan dan hujan di Jawa bagian barat. Alhasil, wilayah itu terhindar dari hujan ekstrem.

"Sekalipun terjadi hujan dengan intensitas sedang, pada dini hari 26 Februari 2021 tidak terjadi hujan ekstrem persisten yang bisa menimbulkan banjir karena angin yang berasal dari utara ditarik oleh siklon tropis (TC 98S)," kata peneliti Pusat Sains dan Teknologi Antariksa LAPAN Erma Yulihastin dalam keterangan tertulis.

Baca Juga

Menurut analisis Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TReAK) Pusat Sains dan Teknologi Antariksa, pada 23 Februari 2021 terbentuk siklon tropis (TC 98S) di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara yang menarik udara. Adanya siklon tropis ini mengakibatkan peningkatan angin baratan yang signifikan di Jawa bagian tengah dan timur.

Pergerakan angin kencang itu membuat proses pembentukan awan dan hujan tidak terjadi di Jawa bagian barat. Pada 24 sampai 25 Februari 2021, seiring dengan pergerakan TC 98S ke arah barat, angin dari utara yang berasosiasi dengan aktivitas Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) mulai terbentuk kembali dan mencapai kekuatan maksimal pada 26 Februari 2021, menyebabkan hujan dini hari dengan intensitas sedang di Jakarta dan sekitarnya.

Hujan yang turun pada dini hari itu bukan hujan ekstrem persisten yang dapat menimbulkan banjir sebagaimana yang terjadi pada 20 Februari 2021 di sebagian wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek). Banjir yang terjadi di sebagian wilayah Jabodetabek pada 20 Februari 2021, menurut analisis tim LAPAN, dipicu oleh hujan ekstrem dengan curah hujan 266 mm. Hujan ekstrem turun secara persisten sekitar empat sampai lima jam pada dini hari itu.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA